Sport / Raket
Kamis, 19 Maret 2026 | 17:13 WIB
Anthony Ginting ungkap resep jitu hajar wakil China Wang Zheng Xing di BWF Super 300 Swiss Open 2026. Ia menganggap semua laga bak final demi terus melaju. [Dok. PBSI]
Baca 10 detik
  • Anthony Ginting akan melawan Chou Tien Chen di babak 16 besar Orleans Masters 2026 Prancis Kamis malam WIB.
  • Ginting unggul rekor pertemuan 10-6 atas Chou, termasuk kemenangan terbaru pada semifinal Piala Thomas 2024.
  • Ginting lolos setelah menang melawan Liao Jhuo-Fu dan kini fokus adaptasi lapangan Orleans Masters 2026.

Suara.com - Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting akan kembali menghadapi rival lamanya Chou Tien Chen pada babak 16 besar Orleans Masters 2026 di Palais des Sports, Prancis, Kamis malam WIB.

Laga ini menjadi babak terbaru dari rivalitas panjang keduanya. Berdasarkan data Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Ginting unggul dalam rekor pertemuan dengan 10 kemenangan dari total 16 laga.

Pertemuan terakhir terjadi pada semifinal Piala Thomas 2024, saat Ginting menang dua gim langsung 21-18, 21-19 dalam duel yang berlangsung ketat.

Meski demikian, catatan tersebut tidak menjamin jalan mudah bagi Ginting. Chou yang menjadi unggulan pertama tetap berbahaya berkat pengalaman dan konsistensinya di level elite, meski kini telah berusia 36 tahun.

Ginting datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan peningkatan performa. Ia sebelumnya mencapai semifinal Swiss Open 2026 dan meraih kemenangan meyakinkan di babak pertama Orleans.

Peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu lolos ke babak kedua usai mengalahkan wakil Taiwan Liao Jhuo-Fu dengan skor 22-20, 21-5.

“Pertama-tama mengucap syukur bisa bermain dengan baik hari ini. Di gim pertama perolehan angka memang ketat sampai akhir, di situ permainan saya masih belum menemukan ritme yang nyaman,” kata Ginting dalam keterangan resmi PP PBSI, Kamis.

Ia mengakui sempat kesulitan keluar dari tekanan strategi lawan sebelum akhirnya mampu beradaptasi pada poin-poin krusial.

“Banyak kesalahan sendiri dan masuk ke pola permainan lawan. Tapi Puji Tuhan bisa menyesuaikan di situasi setting,” ujarnya.

Baca Juga: Orleans Masters 2026: Amri/Nita Susul Dejan/Bernadine ke Babak 16 Besar

Setelah menemukan ritme, Ginting tampil lebih dominan di gim kedua dengan meningkatkan tempo permainan untuk menekan lawan.

“Masuk gim kedua sudah cukup tahu strateginya. Saya coba menaikkan tempo dan memaksa lawan masuk ke pola permainan saya,” katanya.

Menjelang duel melawan Chou, Ginting menekankan pentingnya adaptasi terhadap kondisi teknis lapangan yang berbeda dibandingkan turnamen sebelumnya.

“Kondisi lapangan berbeda dari minggu lalu di Swiss, mulai dari lampu sampai shuttlecock yang beda merek cukup mempengaruhi. Jadi harus ada penyesuaian lagi, termasuk dari pola permainan dan pola pikir,” ujarnya.

Pertandingan melawan Chou diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di babak 16 besar sekaligus menguji konsistensi Ginting yang tengah berusaha kembali ke performa terbaik setelah sempat diganggu cedera dalam dua musim terakhir.

Ginting kini menjadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia yang tersisa, setelah Moh. Zaki Ubaidillah tersingkir di babak pertama usai kalah dari Yushi Tanaka dengan skor 15-21, 11-21.

Load More