Jumlah Cabor dan Atlet
Setelah beberapa kali diundur, pemerintah akhirnya melakukan finalisasi terhadap cabang olahraga (cabor) yang didaftarkan ke SEA Games 2019.
Tercatat ada 45 cabor yang didaftarkan dari 52 cabor yang direncanakan sebelumnya, dengan jumlah kontingen diperkirakan mencapai 900 orang, dimana 673 diantaranya adalah atlet.
Ketujuh cabor yang tidak didaftarkan antara lain layar, bola tangan, anggar, gulat, tenis meja, bola lantai (floorball), dan underwater hockey.
Namun demikian, pemerintah membuka kemungkinan ketujuh cabor tersebut didaftarkan ke SEA Games 2019 dengan catatan menggunakan biaya sendiri.
Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (8/10/2019).
Erick Thohir menjelaskan, pemerintah dalam hal ini Kemenpora, memiliki anggaran terbatas yang alokasi dananya tak mencukupi untuk membiayai seluruh kebutuhan kontingen Indonesia.
"Memang kita membuka tambahan kalau ada atlet mandiri, yang dibiayai sendiri. Hal ini bukan aneh, sudah berjalan di SEA Games Singapura, ketika cabor basket putri kirim sendiri. Ini keterbatasan harus disiasati, bukan salah benar. Tapi bagian dari itu," ujarnya.
Target Emas
Baca Juga: PBSI Investigasi Kasus Indisipliner Praveen Jordan
Pada SEA Games 2019 nanti pemerintah telah menargetkan minimal meraih 45 medali emas. Pencanangan target tersebut berdasarkan hasil kajian dan rapat yang dilakukan KOI dan Kemenpora.
Di samping itu, target tersebut tidak lain tujuannya guna memperbaiki pencapaian pada SEA Games 2017 lalu.
Di SEA Games dua tahun lalu, kontingen Indonesia total meraih 191 medali, dengan rincian 38 medali emas, 63 perak, dan 90 perunggu.
Prestasi tersebut membuat Indonesia menduduki peringkat kelima klasemen akhir perolehan medali SEA Games 2017, di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura.
"Yang pasti SEA Games 2019 ada kesepakatan (minimal meraih) 45 medali emas. SEA Games dua tahun lalu di Malaysia, kita hanya meraih 38 medali emas," ujar Erick.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi IV Kemenpora, Yuni Purwanti mengatakan, pemerintah berharap banyak pada cabang-cabang olahraga Olimpiade untuk menuai medali emas.
Diantaranya cabang olahraga atletik, renang, dan bulutangkis yang diharapkan bisa mendulang banyak medali emas bagi Indonesia di SEA Games 2019.
"Kita lihat dari cabor Olimpiade, yang terbesar itu atletik dengan empat emas, renang lima emas, bulutangkis tiga emas," papar Yuni.
"Sementara cabor-cabor lainnya tidak lebih dari dua emas. Cabor bela diri ada (kemungkinan dapat emas) tapi tidak terlalu banyak," sambungnya.
Masuk Empat Besar
Berdasarkan hasil kajian KOI dan Kemenpora, dengan raihan 45 medali emas, Indonesia diperkirakan akan menempati posisi empat besar pada SEA Games 2019.
"KOI dan Kemenpora sudah menarik margin error, dengan 45 medali emas, kira-kira kita akan berada di posisi empat besar," papar Yuni.
Yuni menyebut target yang dicanangkan pemerintah kepada kontingen Indonesia di SEA Games 2019 sudah sangat realistis.
Hal itu menyusul kebijakan yang sebelumnya telah diterapkan, yakni memprioritaskan atlet muda ketimbang senior.
"Untuk duduk diperingkat tiga besar (perolehan medali) tidak juga. Karena pimpinan kami yang sebelumnya (mantan Menpora Imam Nahrawi), menyatakan 40 persen senior 60 persen junior. Ini yang juga harus kita kejar, memberikan kesempatan atlet-atlet junior," jelas Yuni.
SEA Games 2019 Filipina akan melombakan 530 nomor pertandingan dari 56 cabor.
Tag
Berita Terkait
-
5 Berita Olahraga Pilihan: Indonesia Target 45 Emas di SEA Games 2019
-
Bursa Pemilihan Calon Ketum KOI Sepi Peminat, Ini Tanggapan Erick Thohir
-
Bidik 45 Emas, Begini Perkiraan Posisi Indonesia di Klasemen SEA Games 2019
-
Kirim 673 Atlet, Indonesia Target 45 Medali Emas di SEA Games 2019
-
Indonesia Daftarkan 45 Cabor ke SEA Games 2019
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko