Suara.com - Jelang balapan MotoGP Malaysia, sepak terjang tim Ducati kini menjadi sorotan. Performa tim tersebut mengalami pasang surut di tiap seri balapan.
Ditambah dengan posisi runner-up Andrea Dovizioso yang sudah paten, tim ini terkesan kurang bertaji.
Setidaknya itulah pendapat dari Carlo Pernat, pengamat MotoGP asal Italia. Dilansir dari GP One, ia berujar bahwa kejadian di Phillip Island memperlihatkan bahwa tim tersebut sedang mempunya masalah.
"Tim pabrikan Ducati sedang dalam krisis. Balapan Australia lalu mungkin memang bukan harinya Dovizioso, namun ia terlihat tidak memperlihatkan 'kegilaan' untuk bertarung memperebutkan sesuatu yang penting dengan Marquez." ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti performa pembalap tim Repsol Honda Jorge Lorenzo yang kian jeblok.
"Saat ini mereka sedang mengamati satu sama lain. Jorge Lorenzo tidak mengumbar kata-kata, begitu juga Honda. Mereka yang buka mulut pertama akan membayar harganya. Namun tentunya Honda bakal berpikir bahwa mereka tak rela motornya finis di urutan buncit." pungkas pria asal Italia tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar