Suara.com - Kemenangan KO atas Luis Ortiz akhir pekan lalu tak hanya membuat Deontay Wilder belum terkalahkan dalam 43 pertarungan di kancah tinju profesional.
Namun juga menambah panjang catatan kemenangan KO-nya menjadi 41 kali. Itu artinya hanya dua petinju yang gagal di-KO-kan oleh juara dunia kelas berat WBC itu.
Pertama adalah Bermane Stiverne (Kanada). Duel tersebut terjadi pada 17 Januari 2015 di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat.
Pada pertarungan itu Deontay Wilder menang angka mutlak, dan merebut sabuk juara dunia kelas berat WBC.
Kedua petinju sempat melakukan duel ulang pada 4 November 2017. Dalam rematch itu Deontay Wilder menang KO ronde pertama.
Petinju kedua yang gagal dipukul KO petinju 34 tahun ini adalah Tyson Fury dari Inggris.
Pertarungan kejuaraan tinju dunia Deontay Wilder vs Tyson Fury yang digelar di Staples Center, Los Angeles, AS pada , 1 Desember 2018 ini berakhir seri.
Tarung Ulang
Usai menang KO ronde ketujuh atas Luis Ortiz, Minggu (24/11/2019) WIB, Deontay Wilder menyatakan ambisinya tarung ulang dengan Tyson Fury.
Baca Juga: Samai Prestasi Legenda Tinju Muhammad Ali, Wilder: Luar Biasa!
"Pertarungan selanjutnya lawan Tyson Fury dan rencananya pada bulan Februari," ujarnya dikutip dari Fox Sports.
"Setelah itu saya ingin pertarungan unifikasi gelar," pungkas Deontay Wilder.
Berita Terkait
-
5 Berita Olahraga Pilihan: Wilder Klaim Pukulannya Sekeras Si Leher Beton
-
Samai Prestasi Legenda Tinju Muhammad Ali, Wilder: Luar Biasa!
-
Deontay Wilder: Saya Petinju dengan Pukulan 'Mematikan' Setelah Mike Tyson
-
Top 5 Olahraga: Wilder KO-kan Ortiz, Jorge Lorenzo Puji Keindahan Bali
-
Usai Pukul KO Luis Ortiz, Deontay Wilder Tantang Tyson Fury
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Polytron Indonesia Open 2026: Kembalinya Demam Bulu Tangkis dan Inovasi yang Tak Pernah Habis
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
AQUA dan DBL Bersatu, Dukung Generasi Muda Tetap Prima di Lapangan
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Singkirkan Justin Hoh, Ubed Penuhi Target Lolos ke Semifinal Australian Open 2026
-
Buka Peluang ke World Marathon Majors, Pancasakti Run 2026 akan Dihadiri Ahok hingga Sandiaga Uno
-
Faktor Kenyamanan Bantu Alwi Farhan Melaju ke Semifinal Australian Open 2026
-
Rehan/Gloria Akui Kurang Sabar saat Tersingkir di Perempat Final Australian Open 2026
-
Tersingkir di Australian Open 2026, Leo/Daniel Jadikan Kekalahan dari Liang/Wang Tolok Ukur