Suara.com - Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Melati Daeva Oktavianti, bersiap memulai debutnya di SEA Games. Ia akan turun di nomor perorangan bersama pasangannya, Praveen Jordan.
Perempuan kelahiran Serang, Banten, 26 Oktober 1994 ini berharap bisa tampil maksimal di SEA Games 2019.
Ia juga terinspirasi pencapaian Praveen yang sebelumnya sudah pernah meraih medali emas di SEA Games 2015 Singapura bersama Debby Susanto.
"Ini SEA Games pertama saya. Secara pribadi pastinya saya ingin menyumbang medali. Kalau bisa, Insya Allah, medali emas," kata Melati dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (4/12/2019).
Terkait persiapan di SEA Games 2019, Melati mengaku tak memiliki waktu yang panjang. Namun pebulutangkis cantik ini tak mau menjadikan hal itu sebagai alasan.
Ia telah menanamkan tekad di pikirannya untuk berusaha membawa pulang medali emas dari multievent dua tahunan yang kini diadakan di Filipina tersebut.
"Sebenarnya kalau untuk persiapan itu waktunya pendek. Karena selain latihan, kami juga harus mengembalikan kondisi badan supaya maksimal," tuturnya.
"Tapi saya nggak mau beralasan. Yang pasti saya akan mempersiapkan diri untuk lebih kuat dan tahan reli, sama lebih fokus lagi di lapangan," tegas Melati.
Pertandingan bulutangkis nomor perorangan SEA Games 2019 akan berlangsung pada 5-9 Desember 2019 di Muntinlupa Sports Complex, Manila.
Baca Juga: Klasemen Perolehan Medali SEA Games 2019: Indonesia Turun 1 Tingkat
Berita Terkait
-
Klasemen Perolehan Medali SEA Games 2019: Indonesia Turun 1 Tingkat
-
Indonesia Bungkam Malaysia di Final dan 4 Berita Olahraga Pilihan Lainnya
-
Indonesia Rajai Bulutangkis ASEAN, Ini Daftar Juara Beregu Putra SEA Games
-
Fajar / Rian Gagal Sumbang Poin, Herry: Prediksi Saya Memang Kalah, Tapi...
-
Kuasa Hukum Atlet Senam Shalfa Ungkap Kronologi Diusirnya Utusan KONI Jatim
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko