Sport / Arena
Jum'at, 27 Desember 2019 | 10:16 WIB
Foto kolase atlet Indonesia yang menjadi juara dunia di tahun 2019: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (kiri), Daud Yordan (kanan atas), dan Aries Susanti Rahayu (kanan bawah).

Alfian menjadi yang terbaik setelah di babak final berhasil mencatatkan waktu tercepat yakni 5,970 detik.

Dia mengalahkan pemanjat Ukraina, Kostiantyn Pavlenko yang harus puas menjadi runner-up dengan torehan waktu 6,315 detik.

Tak hanya sampai di situ, Alfian kembali mengulangi prestasi serupa di IFSC Climbing Worldcup 2019 seri Chamonix, Prancis.

Dalam Kejuaran Dunia yang berlangsung pada 11 Juli 2019 itu, Alfian kembali menjadi yang terbaik di nomor speed setelah mencatatkan waktu 5,764 detik di babak final.

Dia mengalahkan atlet China, QiXin Zhong yang harus puas menjadi runner-up setelah hanya mencatatkan watku 6,382 detik.

3. Aries Susanti Rahayu (Panjat Tebing)

Atlet panjat tebing Indonesia, Aries Susanti Rahayu, melakukan selebrasi setelah memenangi final kategori speed putri Asian Games 2018 di Arena Panjat Tebing Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Kamis (23/8/2018). [Antara/INASGOC/Hendra Nurdiyansyah]

Sama seperti Alfian Muhammad Fajri, Aries Susanti Rahayu juga turut mengharumkan nama Indonesia lewat cabang olahraga panjat tebing.

Atlet putri berusia 24 tahun itu tercatat berhasil meraih satu medali emas nomor speed Kejuaraan Dunia (IFSC Climbing Worldcup) sepanjang 2019.

Wanita yang dijuluki Spider-Woman dari Indonesia ini berhasil meraih medali emas Kejuaraan Dunia di seri Xiamen, China, yang berlangsung pada 18 Oktober 2019 lalu.

Baca Juga: Hai Kevin / Marcus, Ini Tips dari Ahsan Kalahkan Endo / Watanabe

Peraih medali emas Asian Games 2018 itu berhasil menjadi yang terbaik setelah mencatatkan waktu 6,995 detik di babak final.

Raihan itu unggul jauh dari catatan waktu atlet China, YiLing Song yang harus puas menjadi runner-up dengan catatan waktu 9,032 detik.

4. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Bulutangkis)

Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan merengkuh trofi Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Minggu (25/8/2019) malam WIB. [Dok. PBSI]

Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan tampil cemerlang sepanjang kalender kompetisi 2019.

Salah satu capaian terbaik mereka tahun ini adalah merebut medali emas Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 di Basel, Swiss, 25 Agustus 2019 lalu.

Pasangan berjuluk The Daddies itu menjadi yang terbaik setelah menjalani pertarungan rubber game dengan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Pada laga yang berlangsung di St. Jakobshalle itu, Hendra/Ahsan berhasil menang dengan skor 25-23, 9-21, dan 21-15.

5. Aero Sutan Aswar (Jet Ski)

Aero Sutan Aswar (kedua dari kiri) menyabet gelar juara dunia di Kejuaraan Dunia Jetski 2019 yang berlangsung di Lake Havasu City, Arizona, Amerika Serikat pada 5-13 Oktober 2019. [Dok. IJBA]

Prestasi gemilang turut ditorehkan atlet jet ski Indonesia, Aero Sutan Aswar. Atlet 24 tahun itu berhasil menyabet gelar juara di Kejuaraan Dunia Jetski 2019 pada 5-13 Oktober 2019 lalu.

Aero merebut podium tertinggi di kelas Pro Endurance Runabout Open. Dia menjadi juara setelah meraih 400 poin dalam kejuaraan yang berlangsung di Lake Havasu City, Arizona, Amerika Serikat tersebut.

Ini menjadi gelar juara dunia kedua bagi Aero setelah yang pertama pada 2014 di kelas Pro Runabout Stock.

6. Daud Yordan (Tinju)

Petinju Indonesia, Daud Yordan (ketiga dari kiri), bersama pemilik Mahkota Promotion, Raja Sapta Oktohari, melakukan selebrasi usai mengalahkan Michael Mokoena (Afrika Selatan) dalam perebutan sabuk juara dunia tinju kelas ringan super IBA dan WBO Oriental di Batu, Jawa Timur, Minggu (17/11/2019). [Antara/Ari Bowo Sucipto]

Petinju Daud Yordan turut menyumbangkan gelar juara dunia bagi Indonesia di tahun 2019. Atlet kelahiran Kayong Utara itu menggengam status juara dunia di kelas ringan Super IBA dan WBO Oriental, pada 17 Novemvber lalu.

Titel itu didapat Daud setelah mengalahkan petinju Afrika Selatan, Michael Mokoena, dalam kejuaraan tinju dunia di Jatim Park 3 Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Petinju 32 tahun itu mengalahkan Mokoena lewat TKO ronde keenam, setelah sang lawan memutuskan mudnur akibat dislokasi bahu.

7. Ongen Saknosiwi (Tinju)

Petinju Indonesia Ongen Saknosiwi melakukan selebrasi usai dinyatakan menang angka mutlak atas Marco Demecillo (Filipina) dalam perebutan gelar juara dunia kelas bulu IBA di Batu, Jawa Timur, Minggu (17/11/2019). [Antara/Ari Bowo Sucipto]

Tak hanya lewat Daud Yordan, dunia tinju Indonesia juga berhasil mempersembahkan prestasi gemilang di tahun 2019 melalui Ongen Saknosiwi.

Ongen menjadi juara dunia di kelas bulu badan tinju IBA. Dia mengalahkan Marco Demecillo (Filipina), dalam duel yang berlangsung di Jatim Park 3, Kota Batu, Malang, Jawa Timur, 17 November lalu.

Dalam pertarungan yang berjalan 12 ronde tersebut petinju yang juga anggota TNI AU ini menang angka mutlak (unanimous decision).

Ketiga juri yang bertugas memberikan nilai 116-112, 118-110, dan 116-112 untuk kemenangan Ongen Saknosiwi.

8. Tibo Monabesa (Tinju)

Mantan Menpora Imam Nahrawi (tengah) memberi ucapan selamat kepada petinju Indonesia Tibo Monabesa (kedua kiri) usai menang bertarung melawan petinju Australia Omari Kimweri di GOR Oepoi, Kupang, NTT, Minggu (7/7/2019). [Antara/Kornelis Kaha]

Satu lagi petinju Indonesia yang berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah dunia adalah Tibo Monabesa.

Mantan kuli bangunan dan sopir angkot itu menjadi juara dunia kelas terbang ringan IBO.

Sabuk itu didapatkan Tibo usai menang angka mutlak atas Omari Kimweri dari Australia, dalam duel kejuaraan tinju dunia di GOR Flobamora, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (7/7/2019).

Load More