Suara.com - Kehebatan serta ikoniknya sosok Valentino Rossi di dunia motosport kerap disamakan dengan atlet-atlet hebat dari cabang olahraga lainnya, termasuk salah satunya dari sepakbola yakni Lionel Messi.
Kebintangan pebalap legendaris MotoGP asal Italia itu disebut-sebut tak tertandingi oleh rider manapun, termasuk Marc Marquez yang konsisten meraih gelar juara dalam lima musim terakhir.
Kali ini pujian datang dari mantan pesepakbola yang juga kompatriot Rossi, Christian Vieri. Eks penyerang Inter Milan dan Timnas Italia itu tak ragu menyejajarkan Rossi dengan Messi.
Vieri menyebut kehebatan Rossi setara Messi dan juga petenis ikonik, Roger Federer.
"Anda (Rossi) telah menjadi sosok terhebat dalam sejarah olahraga, seperti halnya Messi dan Roger Federer. Kehebatan dan kebesaran Anda setara Messi dan Federer," ujar Vieri saat melakukan live Instagram bersama Rossi, seperti dilansir GPOne, Minggu (19/4/2020).
"Tak ada yang lebih hebat dari Anda. Kamu telah menjadi raja selama lebih dari 20 tahun. Bagaimana rasanya?" sambung pria berusia 46 tahun yang juga pernah memperkuat Juventus, Lazio dan AC Milan tersebut.
Well, alih-alih merasa besar kepala, Rossi memilih menanggapi pernyataan Vieri secara diplomatis. The Doctor --julukan Rossi--merendah dengan menyebut dirinya tak sehebat yang dipikirkan Vieri.
"Terimakasih Bobo --sapaan akrab Vieri. Saya bukanlah pebalap terhebat dalam sejarah, tapi hanya salah satu diantaranya. Kita bisa bilang begitu," balas Rossi.
Selama bincang-bincang dengan Vieri di live Instagram, Rossi pun turut menceritakan pengalamannya dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang begitu masif di Italia saat ini.
Baca Juga: Kini Jabat Direktur Teknik, Ini Harapan Indra Sjafri di HUT ke-90 PSSI
Seperti diketahui, pandemi memaksa Rossi dan para pebalap MotoGP lainnya 'menganggur' pasca MotoGP 2020 terus mengalami penundaan.
"Setiap hari (selama masa karantina) tampak sama. Tapi, tak ada solusi lain selain bertahan," beber Rossi.
"Terkait kontrak saya, mari kita lihat nanti. Kontrak saya (bersama tim pabrikan) Yamaha berakhir tahun ini, maka saya harus memutuskan apa yang akan dilakukan," tandas rider berusia 41 tahun itu.
Berita Terkait
-
Marco Bezzecchi Juarai MotoGP Amerika Serikat 2026, Marc Marquez Kelima
-
Drama Sprint Race MotoGP Amerika 2026: Jorge Martin Taklukkan Austin, Marquez dan Diggia Tergelincir
-
Menolak Jemawa, Marco Bezzecchi Masih Enggan Bicara Soal Gelar Juara Dunia
-
Jadwal MotoGP Amerika 2026, Nantikan Aksi Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama Dini Hari Nanti
-
3 Tantangan yang akan Dihadapi Marc Marquez di MotoGP Amerika 2026
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Mario Aji Jatuh di Dua Lap Terakhir, Gagal Finis di Moto2 GP Amerika 2026
-
Gagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 Amerika Serikat 2026
-
Marco Bezzecchi Juarai MotoGP Amerika Serikat 2026, Marc Marquez Kelima
-
PB ORADO Dorong Pembinaan Atlet Lewat Kejuaraan di Bandung
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia