Suara.com - Pebalap tim Williams George Russell meraih kemenangan pertamanya di ajang virtual Formula 1, Senin (11/5/2020) dini hari WIB.
Russell mengalahkan pebalap Ferrari Charles Leclec dalam balapan bertabur penalti di Sirkuit Catalunya.
Russell menjalani start yang buruk kendati meraih pole position. Pebalap asal Inggris itu baru masuk lagi ke peta persaingan utama setelah lap ke-20, di mana ia menempel ketat Leclerc yang memimpin lomba.
Sayangnya di lap ke-23, Russell mendapat penalti tiga detik yang akan ditambahkan ke catatan waktunya setelah finis balapan yang disiarkan langsung di berbagai kanal media sosial F1 itu.
Russell menggeber mobil Williams-nya melewati Leclerc, yang sama-sama menggunakan strategi satu kali pitstop, untuk menutupi defisit waktunya itu.
Leclerc hanya perlu membalap dengan bersih setelah cukup nyaman 1,8 detik di belakang Russell.
Namun pebalap asal Monako itu juga diganjar penalti tiga detik jelang lap terakhir dan sudah terlambat untuk mengejar Russell yang mampu menyelesaikan lomba sepanjang 33 lap itu 2,5 detik di depan.
"Saat saya melewati Charles dan saya dapat penalti tiga detik, saya sangat geram... dan ketika pesan radio datang dan ia juga dapat penalti tiga detik, saya hampir membasahi celanaku," kata Russell setelah lomba.
"Saya tahu saya punya kecepatan di trek ini. Saya sadar startnya kurang bagus dan tikungan pertama cukup mudah membuat mobil melintir."
Baca Juga: ASEAN Para Games 2020 Dibatalkan, Menpora: Atlet Kita Pasti Kecewa, Tapi...
"Saya tidak boleh kehilangan kendali di tikungan pertama namun Charles melakukan manuver yang bagus dari sisi luar, saya tak bisa lebih agresif lagi. Tapi saya mampu bangkit di balapan," kata Russell.
"Penalti tiga detik itu sangat disayangkan. Tapi George sangat cepat dan saya tahu itu sejak start. Saya cukup puas dengan kecepatanku di tengah lomba tapi ia menunjukkan kecepatan aslinya dan ia terlalu cepat untukku," kata Leclerc, yang telah menjuarai dua grand prix virtual sebelumnya.
Sementara itu, Esteban Gutierrez melengkapi podium di peringkat tiga untuk tim Mercedes.
Sedangkan juara seri sebelumnya, Alex Albon dari tim Red Bull, mendapati strategi dua pistopnya tak bekerja dengan baik ditambah penalti tambahan waktu tiga detik untuk finis peringkat empat.
Tahun lalu Russell tak mampu meraih satu poin pun untuk Williams, yang bisa dibilang musim terburuk bagi salah satu tim tersukses di Formula 1.
Rekan satu tim Russell, Nicholas Latifi melengkapi finis lima besar hari itu di depan Anthony Davidson dari Mercedes, Antonio Giovinazzi dari Alfa Romeo, dan pebalap Haas Pietro Fittipaldi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Mario Aji Jatuh di Dua Lap Terakhir, Gagal Finis di Moto2 GP Amerika 2026
-
Gagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 Amerika Serikat 2026
-
Marco Bezzecchi Juarai MotoGP Amerika Serikat 2026, Marc Marquez Kelima
-
PB ORADO Dorong Pembinaan Atlet Lewat Kejuaraan di Bandung
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia