Suara.com - Mantan pebalap F1, Martin Brundle menyarankan pebalap andalan Red Bull Racing, Max Verstappen untuk pindah ke Tim Mercedes apabila ingin jadi juara dunia.
Verstappen adalah pebalap termuda yang mampu menembus level F1. Dia juga terdaftar sebagai pilot jet darat termuda yang berhasil meraih podium kemenangan di ajang balap mobil terelite dunia itu.
Well, bukan rahasia apabila pebalap berkebangsaan Belanda itu ingin memecahkan rekor lainnya, yakni menjadi pebalap termuda yang meraih juara dunia F1.
Tapi, waktu Verstappen kian menipis. Usianya sudah 22 tahun saat ini, yang artinya dia hanya memiliki satu musim lagi jika ingin melampaui capaian Sebastian Vettel.
Vettel, yang kini membela panji Scuderia Ferrari merupakan pemegang rekor pebalap termuda yang merebut titel juara dunia F1. Dia melakukannya di usia 23 tahun bersama Red Bull Racing.
Verstappen bisa saja memecahkan rekor itu tahun ini. Namun, melihat performa Red Bull yang angin-anginan, titel juara dunia sepertinya masih milik pebalap Mercedes, Lewis Hamilton.
"Saya pikir kita akan mendengar pesan radio yang lebih frustrasi," kata Brundle soal kondisi Verstappen di Red Bull, sebagaimana dikutip dari PlanetF1, Kamis (30/7/2020).
Brundle tidak menampik Red Bull merupakan salah satu tim papan atas di F1 2020. Kinerja mekaniknya juga ia beri kredit.
Namun selama superioritas Mercedes masih mewarnai F1, Brundle tak yakin Verstappen bersama Red Bull bisa berbicara banyak.
Baca Juga: Gratisan, Manchester United Daratkan Jan Vertonghen?
"Tapi, Max juga akan melihat-lihat dan berpikir; 'Bagaimana aku bisa memenangkan Kejuaraan Dunia?'" tutur Brundle.
"Jika Mercedes terus berpartisipasi, dia juga akan berpikir; 'Bagaimana aku bisa bergabung dengan Mercedes?'"
F1 2020 sendiri baru berjalan tiga seri, di mana pebalap Mercedes selalu keluar sebagai pemenang. Hamilton meraih dua kemenangan, sementara rekan setimnya, Valtteri Bottas menang satu kali.
Verstappen bukannya tanpa perlawanan. Dia kini berada di peringkat ketiga klasemen sementara pebalap F1 2020 dengan raihan 33 poin, terpaut 30 angka dari Lewis Hamilton yang kukuh di puncak.
"Sekali lagi mobil (Red Bull RB16) itu tampaknya memiliki banyak potensi, tapi mereka harus benar-benar mengeluarkan kemampuannya," jelas Brundle.
"Kita akan lihat di F1 GP Inggris. Sasis mobil itu cukup kuat, mesin Honda juga bagus, tapi mari kita lihat hasilnya nanti," tandasnya.
Berita Terkait
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Terungkap! Performa Red Bull Bukan Alasan Max Verstappen Ingin Pensiun
-
Max Verstappen Isyaratkan Pensiun, Regulasi F1 2026 Dinilai Rusak Esensi Balap
-
Menang di F1 GP Jepang 2025, Andrea Kimi Antonelli Pecahkan Rekor Lagi
-
Jadwal F1 GP Jepang 2026: 3 Tim akan Tampil dengan Desain Mobil Istimewa
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pertamina Enduro Selangkah ke Grand Final Proliga 2026 Usai Tundukkan Electric PLN 3-2
-
Jakarta Bhayangkara Presisi Tumbangkan Samator 3-0, Persaingan Final Proliga 2026 Makin Ketat
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
AVC Cup 2026: Timnas Voli Putra Indonesia Masuk Grup Neraka, Ada Thailand hingga Korea
-
Kisah Haru Prabowo di Munas IPSI, 34 Tahun Mengabdi Kembangkan Pencak Silat
-
IBL 2026: Pelita Jaya Resmi Datangkan Perrin Buford, Top Skorer Liga Jepang
-
Resmi Berstandar Dunia, Mangkunegaran Run 2026 Bakal Guncang Solo
-
Fajar/Fikri Tersingkir di Semifinal, Indonesia Tanpa Wakil di Final BAC 2026
-
Awal Positif di AARC 2026, Herjun Atna Firdaus Raih Podium di Sepang
-
Perpisahan Emosional Ivy-Curry, IBL All-Star Jadi Laga Terakhirnya