Suara.com - Kemenangan KTM di ajang MotoGP Ceko 2020 menjadi sorotan negatif. Hal ini karena Fabio Quartararo menuduh KTM melakukan kecurangan.
Pembalap Petronas tersebut menduga kalau KTM bekerja sama dengan Michelin dalam hal pemilihan ban yang dipakai di sirkuit Brno, Ceko.
Tes bersama yang dilakukan dengan Michelin membuat KTM tahu banyak soal ban itu, sehingga motor KTM bisa awet memakai ban dengan baik hingga akhir balapan.
Tuduhan Quartararo membuat publik di media sosial geger. Hal ini membuat Michelin langsung merespons tuduhan tersebut.
"Di 2017 kami juga kontroversi sama dengan Ducati," kata bos Michelin Motorsport, Piero Taramasso, dilansir dari Corsedimoto.com.
"Tes memang bisa membantu. Beberapa pembalap bilang Michelin berpihak ke KTM, kami lah yang memilih bannya pertama kali," sambungnya.
Pihak Michelin pun menyoroti kondisi aspal yang bergelombang, ditambah dengan suhu yang tinggi saat balapan berlangsung.
"Kami tegaskan bahwa semua tergantung manajemen karet bannya. Semua tergantung dengan yang pintar mengatur pemakaiannya dan suhu tinggi jadi pembedanya." tutup Taramasso.
Baca Juga: Top 5 Sport: Pembalap Ini Sebut Kemenangan KTM Ada Unsur Kecurangan
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Leo/Bagas Evaluasi Kontrol Permainan
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Rachel/Febi Optimis Bidik Gelar Juara
-
Orleans Masters 2026: Anthony Ginting Bersua Rival Lama di Babak 16 Besar
-
Hasil Undian Piala Thomas 2026, Indonesia Lawan Prancis dan Thailand di Fase Grup
-
Orleans Masters 2026: Amri/Nita Susul Dejan/Bernadine ke Babak 16 Besar
-
Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games