Sport / Balap
Selasa, 07 Juli 2026 | 19:43 WIB
Tragedi Aspal 60 Derajat di Sirkuit Jerez: Aksi Berani Ramadhipa Bikin Jantungan di Moto3 Spanyol (Dok. AHM)
Baca 10 detik
  • Ramadhipa mengamankan 9 poin di Jerez usai finis posisi ketujuh pada race pertama.
  • Ia gagal meraih podium race kedua akibat ditabrak pembalap lain pada lap terakhir.
  • Pembalap asal Sleman ini menempati posisi empat klasemen, selisih sembilan angka dari puncak.

Suara.com - Drama menegangkan mewarnai perjuangan pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, pada ajang FIM Moto3 Junior World Championship di Circuito de Jerez – Ángel Nieto, Spanyol, Minggu (5/7/2026).

Bertarung di bawah suhu lintasan yang ekstrem hingga menyentuh 60 derajat Celsius, pemuda asal Sleman ini nyaris menyegel posisi podium sebelum petaka datang di detik-detik akhir.

Puncak ketegangan terjadi pada race kedua. Melakukan start dengan cemerlang, Ramadhipa yang memacu NSF250RW langsung merangsek dan konsisten bersaing di lima besar.

Setelah dua pebalap di depannya terjatuh pada lap-lap awal, asa untuk menapaki podium di kejuaraan dunia junior ini semakin nyata.

Ia tampil ngotot mempertahankan posisinya, namun nasib berkata lain. Tepat di putaran terakhir, Ramadhipa terlibat kontak keras dengan pebalap lain yang membuatnya terhempas ke aspal. Meski langsung bangkit dan kembali memacu motornya, ia terpaksa mengakhiri balapan di urutan ke-21.

Sebelumnya pada race pertama, kondisi balapan juga tak kalah menguras fisik dan mental. Dengan suhu trek di kisaran 44 derajat Celsius, balapan sempat dihentikan sementara (red flag) akibat insiden serius yang melibatkan pebalap lain.

Balapan kemudian dipangkas menjadi hanya 10 lap. Ramadhipa, yang sempat melesat ke grid kelima saat kualifikasi namun sempat tercecer di tikungan awal, harus berjuang ekstra memperbaiki posisinya dari urutan delapan, hingga akhirnya sukses mengamankan finis di posisi ketujuh.

Muhammad Kiandra Ramadhipa pebalap muda binaan Astra Honda Motor siap memulai debut di Moto3 Junior World Championship 2026. (Foto: AHM)

“Race satu berjalan cukup sulit. Saya berusaha tetap berada di grup depan namun kesulitan menemukan ritme, sehingga saya memutuskan untuk bertahan dan poin berhasil diamankan. Di race kedua, sejak awal saya mencoba memimpin jalannya balapan, tetapi belum berhasil. Sayang, pada lap terakhir pebalap lain menabrak sisi kanan motor hingga saya terjatuh. Kini kami harus bekerja keras, baik fisik maupun mental, agar tampil kuat dan cepat di Magny-Cours,” ujar Ramadhipa.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menilai daya juang Ramadhipa di tengah kondisi sirkuit Jerez yang menyiksa patut mendapat apresiasi tinggi.

Baca Juga: Benarkah Penjualan Mobil LCGC Menurun? Begini Data 2025 vs 2026

Evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan bersama tim mekanik untuk kembali mengejar prestasi di putaran Eropa selanjutnya.

“Ramadhipa mampu menunjukan perjuangan yang solid dalam dua race berbeda. Melalui semangat satu hati, kami pun terus mendukungnya agar dapat terus bersaing dengan optimal dan semakin melesat pada putaran berikutnya,” ujar Andy Wijaya.

Meski kehilangan poin krusial akibat insiden di race kedua, tambahan sembilan poin dari race pertama menjadi tabungan yang sangat berharga untuk perebutan gelar juara dunia.

Secara mengejutkan, Ramadhipa tetap kokoh bertahan di posisi keempat klasemen sementara dengan torehan 60 poin, hanya terpaut jarak sangat tipis sembilan angka dari pimpinan klasemen yang kini dihuni bersama oleh tiga pebalap.

FIM MotoJunior World Championship akan berlanjut ke putaran keempat yang dijadwalkan berlangsung di Circuit de Nevers Magny-Cours, Prancis, pada 24–26 Juli mendatang.

Load More