Sport / Arena
Senin, 06 Juli 2026 | 22:11 WIB
Sabet Medali Emas di Kejuraan Dunia, Desak Made: Kami Tak Didukung Pemerintah [Instagram Desak Made]
Baca 10 detik
  • Desak Made Rita Kusuma Dewi meraih medali emas nomor speed putri pada ajang World Climbing Series Krakow 2026.
  • Atlet panjat tebing asal Bali tersebut berhasil menorehkan prestasi gemilang meski sempat menghadapi berbagai kendala sebelum keberangkatan.
  • Desak menegaskan pemerintah tetap memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan para atlet untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Suara.com - Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi sukses menorehkan prestasi mentereng di World Climbing Series Krakow 2026.

Desak Made menyabet medali emas nomor speed putri. Namun, di balik keberhasilan tersebut, Desak mengungkapkan, tim Indonesia sempat menghadapi kendala serius sebelum keberangkatan ke Polandia.

“Saya sangat gugup menghadapi wawancara ini. Saya sangat senang, ini kedua kalinya saya mendapat medali emas. Saya tidak pernah berekspektasi soal ini,” ujar Desak usai pertandingan, Senin (6/7/2026).

Atlet asal Bali itu juga menyampaikan apresiasi kepada tim pelatih dan masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan.

Desak Made mengaku keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras bersama tim.

Namun, Desak kemudian mengungkap fakta mengejutkan terkait kondisi sebelum keberangkatan ke Krakow.

Ia berharap ke depan ada perhatian lebih dari pemerintah terhadap atlet.

“Sebenarnya sebelum saya datang ke Krakow, kami memiliki masalah karena pemerintah tidak mendukung kami. Sekarang saya berharap pemerintah selalu mendukung kami untuk kompetisi berikutnya,” ujarnya.

Belakangan Desak Made memberikan klarifikasi terkait pernyataannya tersebut.

Baca Juga: Putra Tri Ramadani Ukir Sejarah, Jadi Atlet Indonesia Pertama Juara Lead di World Climbing Series

Dia menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan sebelumnya bukan ditujukan sebagai kritik terhadap pihak tertentu.

Desak menjelaskan, apa yang disampaikan merupakan ungkapan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi selama penyelenggaraan ajang World Climbing kali ini, baik tantangan yang berasal dari dalam maupun luar.

“Melalui pernyataan tersebut, saya hanya ingin mengekspresikan determinasi dan resiliensi saya sebagai seorang atlet. Sebagai juara, saya percaya bahwa setiap tantangan harus dihadapi dengan semangat pantang menyerah dan dijadikan motivasi untuk terus memberikan penampilan terbaik,” ujar Desak dalam pernyataannya seperti dikutip dari laman Kemenpora.

“Pemerintah tetap dan terus memberikan dukungan kepada kami sebagai atlet. Dukungan tersebut sangat berarti dalam perjalanan kami mengharumkan nama bangsa,” katanya.

Kendati demikian, Desak mengakui bahwa dalam setiap penyelenggaraan ajang olahraga berskala besar selalu terdapat sejumlah hal yang dapat menjadi perhatian dan bahan evaluasi bersama.

Dia berharap evaluasi tersebut dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada masa mendatang.

Load More