Suara.com - Telah delapan pembalap berbeda yang naik podium teratas setelah sepuluh Grand Prix MotoGP digelar musim ini usai Alex Rins menjuarai MotoGP Aragon akhir pekan lalu.
Rekor itu menjadi catatan kedua paling banyak dalam satu musim dalam kelas premier setelah pada 2016 terdapat sembilan pemenang berbeda.
Andrea Dovizioso termasuk salah satu dalam daftar pemenang Grand Prix tahun itu, bersama sejumlah pebalap yang saat ini di grid seperti Valentino Rossi, Jack Miller, dan Cal Crutchlow, yang ketiganya belum pernah mengecap manisnya naik mimbar teratas.
Rins memiliki komposisi seorang pebalap juara namun cedera bahu yang dia dapati pada seri pembuka di Jerez membuat pebalap Spanyol itu di bawah radar sebelum kembali naik podium di Le Mans dan meraih kemenangan MotoGP ketiganya di Aragon.
Empat balapan yang tersisa di musim yang paling tidak bisa diprediksi ini bisa memunculkan kejutan baru, dan semua mata tertuju kepada rekan satu tim Rins, Joan Mir, sebagai pemenang potensial berikutnya.
Pebalap kelahiran Mallorca itu kini membawa Suzuki ke puncak klasemen pebalap berkat penampilan konsistennya dengan lima kali naik podium di tujuh balapan terakhir, meski dia belum pernah menjadi yang pertama melintasi garis finis.
Sejarah mencatat kelas premier belum pernah menghasilkan juara dunia yang tidak pernah memenangi balapan. Namun karena konsistensinya, Mir tinggal menunggu kesempatan menjadi pemenang kesembilan musim ini saat Aragon menjadi tuan rumah balapan kedua beruntun akhir pekan nanti dengan tajuk Grand Prix Teruel.
"Saya tidak akan mengubah cara pendekatan di balapan, tentunya seperti ini. Saya akan terus bekerja dari satu balapan ke balapan lainnya, mencoba meraih sebanyak mungkin poin, mencoba meraih kemenangan di setiap GP," kata Mir yang selalu menyimpan senjatanya di awal untuk menyerang jelang akhir lomba.
"Kemudian di balapan terakhir kami akan lihat di kejuaraan dan lihat di mana kami berada," kata Mir setelah finis ketiga di Aragon seperti dilansir laman resmi MotoGP seperti dimuat Antara.
Baca Juga: Tergusur dari Klasemen Sementara MotoGP, Fabio Quartararo Beri Jawaban Ini
Sementara itu, gagal finis di zona poin setelah mengalami masalah tekanan udara ban depan pekan lalu, Quartararo akan berupaya mengklaim kembali pucuk pimpinan akhir pekan ini.
Pebalap Prancis itu bakal belajar dari pengalamannya di sirkuit Spanyol itu dan yakin kepada kecepatan motor Yamaha M1-nya.
"Kami tahu bahwa laju untuk satu putaran kami sangat baik di Motorland Aragon yang cukup penting untuk mendapat posisi start yang baik untuk balapan ini," kata Quartararo.
"Akan tetapi, untuk balapan secara keseluruhan itu tidak terlalu penting dan kalian perlu lebih dari ini. Untuk akhir pekan ini kami perlu membenahi daya cengkeram belakang kami, konsistensi dari ban kami dan melihat apakah kami telah menemukan solusi dari masalah balapan pekan lalu."
Quartararo tahun ini mampu naik podium teratas lebih dari satu kali setelah kemenangan di Catalunya dan dua seri pembuka di Jerez. Rekan satu timnya, Franco Morbidelli mempersembahkan satu lagi kemenangan bagi tim Sepang itu di Misano.
Di antara para penantang serius musim ini, Jack Miller nyaris mendapatkan tempat teratas setelah terlihat bakal menjuarai Grand Prix Styria dengan menahan gempuran Pol Espargaro, namun mendapati keduanya kecolongan di tikungan terakhir jelang finis ketika Miguel Oliveira untuk mendapat celah untuk mencuri kemenangan hari itu.
Berita Terkait
-
Jadwal MotoGP Hungaria 2026: Akankah Marc Marquez Mengulang Kesuksesannya?
-
Adrian Fernandez Didiskualifikasi, Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat Tiga Klasemen Moto3 2026
-
Mario Aji Digantikan Jacob Roulstone di Moto2 Hungaria 2026
-
Marco Bezzecchi Menangi MotoGP Italia 2026, Raih Kemenangan Keempat Musim Ini
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, 3 Penumpang Ambulans Tewas Seketika
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
Terkini
-
Tak Menyangka Juara Indonesia Open, Victor Lai: Rasanya Masih Bermimpi
-
Fukushima/Matsumoto Terpukau Dukungan Penonton Istora Usai Juara Indonesia Open 2026
-
An Se-young: Saya Tidak Mau Kalah, Hanya Ingin Menang
-
Raymond/Joaquin Petik Pelajaran Berharga Usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
-
Kimi Antonelli Juara GP Monaco 2026, Perlebar Keunggulan di Puncak Klasemen F1
-
Putra Tri Ramadani Ukir Sejarah, Jadi Atlet Indonesia Pertama Juara Lead di World Climbing Series
-
Bandung Arena Membara! Satria Muda Sukses Balas Dendam, Bekuk Bogor Hornbills demi Samakan Kedudukan
-
Drama Balas Dendam dan Kejutan Besar Warnai Pembukaan Campus League The Nationals 2026
-
Raymond/Joaquin Dijegal Ganda Malaysia, Tuan Rumah Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
-
Kalahkan Jojo di Indonesia Open 2026, Victor Lai Akui Dilatih Orang Indonesia