Suara.com - Pembalap Aprilia, Andrea Iannone, saat ini resmi mendapatkan perpanjangan hukuman, dari yang mulanya 18 bulan sejak November tahun lalu, menjadi empat tahun.
Pengadilan Arbitrasi Olahraga CAS menjatuhi hukuman tersebut lantaran pembalap Italia ini positif menggunakan steroid.
Terkait hal ini, Andrea Iannone mengatakan bahwa vonis tersebut dianggap tak masuk akal.
Melalui akun Instagram pribadinya, Iannone mencurhatkan perasaanya yang kacau akibat putusan tersebut.
"Hari ini saya mendapatkan ketidakadilan terburuk yang pernah saya bayangkan," tulisnya.
"Hal ini merobek hati saya dari hal yang paling saya cintai. Tak ada yang masuk akal dari keputusan yang tak disertai fakta yang benar ini," lanjutnya.
"Saat ini saya sedang sangat menderita, siapapun orang ini, dia telah mencoba menghancurkan hidup saya. Dia akan mengerti seberapa tangguh hati saya. Vonis bisa mengubah kejadian, tapi tidak dengan orangnya," pungkasnya.
Selama mendapat hukuman, Iannone selalu mendapat kepercayaan dari timnya, Aprilia.
Walaupun dilarang masuk lintasan, Aprilia tetap menyediakan tempat untuk Iannone, setidaknya hingga vonis tellah dijatuhkan.
Baca Juga: Resmi, Andrea Dovizioso Takkan Mengaspal di MotoGP 2021
Kini pabrikan Italia tersebut tengah beranjak untuk merekrut nama-nama potennsial, termasuk Cal Crutchlow.
"Kami tak menyesal telah berdiri bersama Andrea, bahkan hingga saat ini," ucap Massimo Rivola seperti dilansir dari Crash (11/11/2020).
"Namun kini kami harus menatap masa depan, dan adalah kewajiban bagi kami untuk menemukan solusi tingkat tinggi secara cepat," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026
-
Veda Ega Pratama Finis Posisi ke-15 di Latihan Moto3 GP Ceko, Harus Lewati Q1
-
MMA Indonesia Bidik Dominasi di Asia, Jaring Talenta Lewat Kejurnas 2026
-
Psywar Final IBL 2026: Bogor Hornbills Pamer Pemain Asing, Jeff Withey Beri Peringatan Keras
-
Bogor Hornbills Tak Gentar Hadapi Nama Besar Pelita Jaya di Final IBL 2026