Terakhir, wakil Indonesia kembali berjaya di All England 2020 yang bergulir pada 11-15 Maret di Birmingham, Inggris. Adalah pasangan ganda campuran Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti yang jadi kampiun usai menundukkan wakil Thailand, Dechapol Puavaranukroh / Sapsiree Taerattanachai.
Putar otak demi kondisi atlet
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memutar otak setelah BWF resmi menangguhkan kompetisi. Salah satu yang dilakukan adalah menggelar turnamen internal.
Setelah memutuskan untuk mengisiolasi atlet di Pelatnas PBSI Cipayung, induk cabang olahraga bulutangkis nasional itu menggelar turnamen internal bertajuk PBSI Home Tournament.
Kompetisi yang berlangsung pada 24 Juni sampai 24 Juli 2020 itu memainkan lima sektor berbeda. Masing-masing sektor dipertandingkan setiap pekan dari Rabu hingga Jumat.
Sektor tunggl putra dimenangkan Anthony Sinisuka Ginting, ganda putra jadi milik Fajar Alfian / Yeremia Erich Yoche Rambitan, sedangkan tunggal putri dimenangkan Gregoria Mariska Tunjung.
Adapun sektor ganda putri berhasil dimenangkan Siti Fadia Silva Ramadhanti / Ribka Sugiarto, dan ganda campuran jadi milik Praveen / Melati.
Setelah sukses menggelar Home Tournament, PBSI kembali membuat turnamen internal lainnya. Kali ini menggunakan format Piala Thomas dan Uber.
Bukan tanpa alasan PBSI menggelar ajang tersebut. Kompetisi itu ditujukan sebagai persiapan menghadapi Piala Thomas dan Uber 2020 yang saat itu belum mengalami penundaan.
Baca Juga: BWF Rilis Kalender Turnamen 2021, Indonesia Gelar 2 Ajang Beruntun
Simulasi Piala Thomas berlangsung 1-3 September 2020, sedangkan simulasi Piala Uber pada 8-10 September 2020. Keduanya digelar di Pelatnas Cipayung dan tanpa penonton.
Simulasi Piala Thomas pada akhirnya diraih Tim Harimau yang meranggotakan Jonatan Christie, Karono dan Bobby Setiabudhi, dan dua ganda putra yakni Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto serta Pramudya Kusumawardhana / Yeremi Erich Yoche Rambitan.
Sementara simulasi Piala Uber dimenangkan Tim Garuda yang berisi Gregoria Mariska Tunjung, Stephanie Widjaja dan Aisyah Sativa Fatetani serta pasangan Febby Valencia Dwijayanti Gani / Yulfira Barkah dan Jessita Putri Miantoro / Lanny Tria Mayasari.
Namun, ajang itu pada akhirnya cuma jadi kompetisi internal belaka dan tujuan untuk menjadikannya persiapan jelang Piala Thomas dan Uber pupus sudah. Hal itu setelah BWF resmi menunda ajang beregu putra dan putri paling bergengsi tersebut ke 2021.
Prioritaskan kesehatan atlet ketimbang prestasi
Seperti yang telah disebutkan di atas, BWF sempat menggelar satu ajang yakni Denmark Open 2020 sebelum benar-benar menangguhkan seluruh kompetisi bulutangkis hingga akhir tahun 2020.
Namun, PBSI pada akhirnya memutuskan untuk mundur dari kejuaraan yang berlangsung pada 13-18 Oktober 2020 di Odense Sports Park, Odense, Denmark itu.
Terdapat dua alasan dari keputusan PBSI tersebut, sebagaimana disampaikan Sekretaris Jendral (Sekjen) PBSI saat itu, Achmad Budiharto.
Budi, sapaan Budiharto, menjelaskan bahwa prioritas PBSI adalah kesehatan dan keselamatan para atlet serta ofisial. Selain itu, mereka ragu berangkat karena tidak adanya jaminan dari BWF.
Keputusan itu mendapat dukungan dari pemain ganda putra senior Hendra Setiawan. Partner Mohammad Ahsan ini menyebut kesehatan dan keselamatan jauh lebih penting dari prestasi lantaran masih adanya pandemi.
“Tahun ini kami belum berani menempuh perjalanan jauh, seperti ke Eropa. Mungkin tahun depan kami bisa mulai lagi, tapi lihat-lihat dulu seperti apa situasinya," kata Hendra Setiawan sebagaimana dikutip Antara.
"Kami juga harus mengetahui protokol kesehatan yang diterapkan di negara penyelenggara karena itu merupakan faktor penting yang bisa membuat kami merasa aman untuk bertanding,” papar Hendra.
Alhasil, pebulutangkis Indonesia dipastikan tanpa turnamen hingga akhir tahun. Mereka kini tengah bersiap untuk mengikuti tiga tur Asia yang dijadwalkan berlangsung Januari 2021 di Bangkok, Thailand.
Tiga tur Asia itu adalah Thailand Open I pada 12-17 Januari 2021, Thailand Open II pada 19-21 Januari dan BWF World Tour Finals 2020 pada 27-31 Januari 2021.
Tag
- # kaleidoskop 2020
- # kaleidoskop olahraga 2020
- # bulutangkis
- # pbsi
- # kevin marcus
- # Praveen Melati
- # Hendra Ahsan
- # kevin sanjaya
- # Marcus Fernaldi Gideon
- # Melati Daeva Oktavianti
- # Mohammad Ahsan
- # Hendra Setiawan
- # Anthony Sinisuka Ginting
- # Jonatan Christie
- # bwf
- # all england 2020
- # pbsi home tournament
- # denmark open 2020
- # pandemi Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Padukan Olahraga dan Festival Budaya, Bhinneka Run 2026 Janjikan Pengalaman Lari Berbeda di TMII
-
Erick Thohir Puji IBL, Lima Musim Hadirkan Lima Juara Berbeda
-
Ranking FIVB Timnas Voli Indonesia Usai Juara AVC Cup 2026
-
Drama 5 Game Final Berakhir Manis, Cesar Camara Puji Mentalitas Juara Bogor Hornbills
-
David Nuban Ungkap Kunci Bogor Hornbills Juara IBL 2026: Bukan Cuma Thibodeaux!
-
Sejarah Baru! Bogor Hornbills Resmi Jadi Juara IBL 2026 Usai Bungkam Pelita Jaya di Game Penentuan
-
Reaksi Geram Publik Korsel Usai Timnas Voli Indonesia Cetak Sejarah di AVC Cup 2026
-
Perjalanan Timnas Voli Indonesia Juara AVC Cup 2026: Pembalasan Sempurna Boy Arnez Cs
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Running Fest 2026 di Masjid Al Ikhlas, Bukti Olahraga Bisa Satukan Perbedaan