Sport / Raket
Senin, 28 Desember 2020 | 11:33 WIB
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan rekannya Marcus Fernaldi Gideon mengembalikan kok ke arah lawannya asal Malaysia Aaron Chia dan Soh Wooi Yik dalam pertandingan babak final Badminton Asia Team Championships (BATC) 2020 di Rizal Memorial Coliseum, Manila, Filipina, Minggu (16/2/2020). Kevin dan Marcus menang dengan skor 22-20 dan 21-16 sehingga tim putra Indonesia unggul sementara 2-0. ANTARA FOTO/Humas PBSI/Nafi/APP/foc. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Terakhir, wakil Indonesia kembali berjaya di All England 2020 yang bergulir pada 11-15 Maret di Birmingham, Inggris. Adalah pasangan ganda campuran Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti yang jadi kampiun usai menundukkan wakil Thailand, Dechapol Puavaranukroh / Sapsiree Taerattanachai.

Putar otak demi kondisi atlet

Pasangan ganda putra Fajar Alfian/ Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan saat menghadapi Hendra Setiawan/Pramudya Kusumawardana Riyanto dalam laga keempat PBSI Home Tournament di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (25/6/2020). [Humas PBSI]

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memutar otak setelah BWF resmi menangguhkan kompetisi. Salah satu yang dilakukan adalah menggelar turnamen internal.

Setelah memutuskan untuk mengisiolasi atlet di Pelatnas PBSI Cipayung, induk cabang olahraga bulutangkis nasional itu menggelar turnamen internal bertajuk PBSI Home Tournament.

Kompetisi yang berlangsung pada 24 Juni sampai 24 Juli 2020 itu memainkan lima sektor berbeda. Masing-masing sektor dipertandingkan setiap pekan dari Rabu hingga Jumat.

Sektor tunggl putra dimenangkan Anthony Sinisuka Ginting, ganda putra jadi milik Fajar Alfian / Yeremia Erich Yoche Rambitan, sedangkan tunggal putri dimenangkan Gregoria Mariska Tunjung.

Adapun sektor ganda putri berhasil dimenangkan Siti Fadia Silva Ramadhanti / Ribka Sugiarto, dan ganda campuran jadi milik Praveen / Melati.

Setelah sukses menggelar Home Tournament, PBSI kembali membuat turnamen internal lainnya. Kali ini menggunakan format Piala Thomas dan Uber.

Bukan tanpa alasan PBSI menggelar ajang tersebut. Kompetisi itu ditujukan sebagai persiapan menghadapi Piala Thomas dan Uber 2020 yang saat itu belum mengalami penundaan.

Baca Juga: BWF Rilis Kalender Turnamen 2021, Indonesia Gelar 2 Ajang Beruntun

Simulasi Piala Thomas berlangsung 1-3 September 2020, sedangkan simulasi Piala Uber pada 8-10 September 2020. Keduanya digelar di Pelatnas Cipayung dan tanpa penonton.

Simulasi Piala Thomas pada akhirnya diraih Tim Harimau yang meranggotakan Jonatan Christie, Karono dan Bobby Setiabudhi, dan dua ganda putra yakni Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto serta Pramudya Kusumawardhana / Yeremi Erich Yoche Rambitan.

Sementara simulasi Piala Uber dimenangkan Tim Garuda yang berisi Gregoria Mariska Tunjung, Stephanie Widjaja dan Aisyah Sativa Fatetani serta pasangan Febby Valencia Dwijayanti Gani / Yulfira Barkah dan Jessita Putri Miantoro / Lanny Tria Mayasari.

Namun, ajang itu pada akhirnya cuma jadi kompetisi internal belaka dan tujuan untuk menjadikannya persiapan jelang Piala Thomas dan Uber pupus sudah. Hal itu setelah BWF resmi menunda ajang beregu putra dan putri paling bergengsi tersebut ke 2021.

Prioritaskan kesehatan atlet ketimbang prestasi

Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. [Instagram@badminton.ina]

Seperti yang telah disebutkan di atas, BWF sempat menggelar satu ajang yakni Denmark Open 2020 sebelum benar-benar menangguhkan seluruh kompetisi bulutangkis hingga akhir tahun 2020.

Namun, PBSI pada akhirnya memutuskan untuk mundur dari kejuaraan yang berlangsung pada 13-18 Oktober 2020 di Odense Sports Park, Odense, Denmark itu.

Terdapat dua alasan dari keputusan PBSI tersebut, sebagaimana disampaikan Sekretaris Jendral (Sekjen) PBSI saat itu, Achmad Budiharto.

Budi, sapaan Budiharto, menjelaskan bahwa prioritas PBSI adalah kesehatan dan keselamatan para atlet serta ofisial. Selain itu, mereka ragu berangkat karena tidak adanya jaminan dari BWF.

Keputusan itu mendapat dukungan dari pemain ganda putra senior Hendra Setiawan. Partner Mohammad Ahsan ini menyebut kesehatan dan keselamatan jauh lebih penting dari prestasi lantaran masih adanya pandemi.

“Tahun ini kami belum berani menempuh perjalanan jauh, seperti ke Eropa. Mungkin tahun depan kami bisa mulai lagi, tapi lihat-lihat dulu seperti apa situasinya," kata Hendra Setiawan sebagaimana dikutip Antara.

"Kami juga harus mengetahui protokol kesehatan yang diterapkan di negara penyelenggara karena itu merupakan faktor penting yang bisa membuat kami merasa aman untuk bertanding,” papar Hendra.

Alhasil, pebulutangkis Indonesia dipastikan tanpa turnamen hingga akhir tahun. Mereka kini tengah bersiap untuk mengikuti tiga tur Asia yang dijadwalkan berlangsung Januari 2021 di Bangkok, Thailand.

Tiga tur Asia itu adalah Thailand Open I pada 12-17 Januari 2021, Thailand Open II pada 19-21 Januari dan BWF World Tour Finals 2020 pada 27-31 Januari 2021.

Load More