Suara.com - Petenis Kanada, Denis Shapovalov meluapkan amarahnya kepada wasit setelah permintaannya untuk buang air kecil di toilet tak diindahkan sang pengadil.
Petenis peringkat 11 dunia itu mengajukan permintaan ke toilet saat tengah memainkan laga Australian Open menghadapi petenis muda Italia Jannik Sinner.
Meski bertanding sambil menahan kencing, Denis Shapovalov pada akhirnya sukses meraih kemenangan dalam pertandingan lima set yang beru rampung pada Selasa (9/2/2021) dini hari.
"Apa yang terjadi jika saya harus ke toilet sekarang? Apakah saya akan didenda? Saya tidak peduli!" dia mengomel kepada wasit asal Jerman Nico Helwerth, yang menolak permintaannya, seperti dikutip Antara.
"Apa maksud anda bahwa saya tidak bisa meninggalkan lapangan? Apakah anda akan mendiskualifikasi saya? Saya harus buang air kecil!" tegasnya.
Meski sudah mencak-mencak, permintaan Denis Shapovalov tetap tak diindahkan wasit. Dia pun kembali menggerutu dengan melontarkan perkataan yang mungkin terdengar lucu.
"Saya akan kencing di celana!. Saya akan kencing di dalam botol," ucapnya.
Setelah melewati pertandingan babak pertama yang penuh tekanan 3-6, 6-3, 6-2, 4-6, 6-4 dalam waktu kurang dari empat jam, dia menyatakan bahwa dirinya perlu lebih sering pergi ke toilet dibandingkan petenis lainnya.
"Pertama-tama, saya hanya boleh mengelap keringat dan mendinginkan kepala saya," katanya.
Baca Juga: Cedera Punggung, Rafael Nadal Mundur dari ATP Cup
"Tapi menurut saya itu aturan yang bodoh. Khususnya bagi saya yang punya kantung kemih terkecil, jadi saya benar-benar harus buang air kecil di setiap set. Jadi itu sulit, terutama saat berada di lapangan begitu lama," ujarnya.
"Sebelum pertandingan saya sudah mencoba untuk menghidrasi sebanyak mungkin, tapi tetap saja harus kencing lagi."
Peraturan turnamen menyatakan bahwa pemain hanya berhak untuk satu kali istirahat ke toilet selama pertandingan yang berlangsung dalam tiga set dan dua kali untuk lima set.
"Saya pikir kami harus bisa lebih banyak istirahat dan pergi ke toilet, karena kami bisa berada di lapangan selama tiga hingga empat jam," tambah Shapovalov.
Pada babak selanjutnya Shapovalov akan menghadapi Bernard Tomic dari Australia.
Berita Terkait
-
Serena dan Venus Williams Lewati Ujian Pertama Australian Open 2021
-
Naomi Osaka Tundukkan Petenis Rusia di Babak Pertama Australian Open
-
Rafael Nadal Berkutat dengan Masalah Punggung Jelang Australian Open
-
Bebas COVID-19, Australian Open Siap Dihelat di Melbourne
-
Imbas COVID-19, Ajang-ajang Pemanasan Australian Open Dibatalkan
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Gagal Finis di Austin, Mario Aji Siap Bangkit di Moto2 GP Spanyol
-
Ai Ogura Gagal Finis di GP Amerika, Aprilia Evaluasi Reliabilitas Motor
-
Mario Aji Jatuh di Dua Lap Terakhir, Gagal Finis di Moto2 GP Amerika 2026
-
Gagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 Amerika Serikat 2026
-
Marco Bezzecchi Juarai MotoGP Amerika Serikat 2026, Marc Marquez Kelima
-
PB ORADO Dorong Pembinaan Atlet Lewat Kejuaraan di Bandung
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3