Sport / raket
Arief Apriadi
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, merayakan keberhasilan meraih medali emas SEA Games 2019 bersama sang pelatih, Richard Mainaky, usai mengalahkan wakil Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, Senin (9/12). [Humas PBSI]

Suara.com - Jadwal turnamen kualifikasi Olimpiade Tokyo kian tak pasti. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) belakangan kembali merevisi kalender kompetisi diakibatkan pandemi Covid-19.

Teranyar, BWF memastikan turnamen Malaysia Open dan Singapore Open 2021 mengalami pemunduran jadwal. Malaysia Open bakal berlangsung 25-30 Mei, sementara Singapore Open pada 1-6 Juni mendatang.

Pergeseran itu menimbulkan efek domino di mana turnamen-turnamen yang berlangsung setelahnya juga harus mengalami perubahan atau bahkan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Singapore Open yang pindah jadwal ke tanggal 1-6 Juni, membuat Indonesia Masters dan Indonesia Open 2021 yang juga dimulai di tanggal yang sama, harus mengalami penundaan.

Baca Juga: Shesar Hiren Rhustavito Ditarget Masuk Semifinal Swiss Open 2021

Di luar rangkaian tur zona Asia, BWF sebelumnya telah memastikan bahwa German Open 2021 juga resmi batal. Hal itu membuat opsi para pebulutangkis mengikuti ajang kualifikasi Olimpiade Tokyo berkurang.

Bagi Indonesia, khususnya di sektor ganda campuran, kondisi itu jelas merugikan. Pasalnya, posisi satu wakil Merah Putih yakni Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja di klasemen Race to Tokyo belum aman.

Hafiz/Gloria untuk sementara berada di peringkat kedelapan atau batas akhir sebuah negara meloloskan dua wakil dari sektor ganda. Mereka cuma terpaut 259 poin dari wakil Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet di peringkat kesembilan.

Pembatalan German Open 2021 yang jadi bagian rangkaian tur Eropa bersama Swiss Open dan All England 2021 membuat opsi Hafiz/Gloria meraup poin kualifikasi kian sedikit.

Pelatih Richard Mainaky menganggap kondisi tersebut bukanlah masalah. Hafiz/Gloria dan wakil-wakil Indonesia lain dinilainya justru jadi punya banyak waktu untuk mempersiapkan diri.

Baca Juga: Daftar Wakil Indonesia di Malaysia Open 2021, Ni Ketut di Ganda Campuran

"Tidak terlalu ada pengaruh bagi kami. Dibatalkan atau jadwal yang berubah seperti sudah terbiasa. Yang paling penting menyiapkan pemain agar mereka maksimal. Kalau seperti ini, jadi ada waktu latihan yang lebih," kata Richard Mainaky saat dihubungi wartawan, Selasa (23/2/2021).

Komentar