Suara.com - Pemerintah Jepang akhirnya menunjuk seorang wanita menggantikan Yoshiro Mori untuk memimpin panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2021.
Menyadur The Associated Press, Kamis (18/2/2021) Seiko Hashimoto ditunjuk sebagai presiden panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo setelah pertemuan dewan eksekutif.
Hashimoto menggantikan Yoshiro Mori, mantan perdana menteri Jepang yang dipaksa mengundurkan diri pekan lalu setelah membuat komentar seksis tentang wanita.
Hashimoto pernah menjabat sebagai menteri Olimpiade di kabinet Perdana Menteri Yoshihide Suga. Dia juga memegang portofolio yang berhubungan dengan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
Wanita 56 tahun tersebut pernah berkompetisi di tiga Olimpiade Musim Panas (tahun 1988, 1992 dan 1996) untuk cabang olah raga bersepeda dan di empat Olimpiade Musim Dingin (1984, 1988, 1992 dan 1994) di speedskating.
Dia memenangkan medali perunggu - satu-satunya medalinya - pada tahun 1992 dalam lomba speedskating 1.500 meter.
Menurut sejarawan Dr Bill Mallon, tujuh penampilannya adalah yang paling banyak dilihat oleh atlet "multi-musim" manapun dalam permainan tersebut.
Hashimoto terikat pada Olimpiade dalam banyak hal. Dia lahir di Hokkaido di Jepang utara hanya lima hari sebelum upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 1964. Nama "Seiko" berasal dari "seika," yang diterjemahkan sebagai api Olimpiade.
Menurut laporan yang beredar luas di Jepang, Hashimoto enggan mengambil pekerjaan itu dan merupakan salah satu dari tiga kandidat terakhir yang dipertimbangkan.
Baca Juga: Pekerja Rumah Sakit Jadi Penerima Dosis Pertama Vaksin Covid-19 di Jepang
Panitia seleksi bertemu selama tiga hari berturut-turut, janji yang dikebut mengingat pembukaan Olimpiade menyisakan waktu lima bulan sebelum acara pembukaan di tengah pandemi Covid-19.
Jajak pendapat menunjukkan sekitar 80 persen masyarakat Jepang menginginkan Olimpiade dibatalkan atau ditunda lagi. Ada ketakutan membawa puluhan ribu atlet dan lainnya ke Jepang.
Ada juga penentangan terhadap biaya yang melonjak. Dana resmi yang disampaikan adalah 15,4 miliar dolar (Rp 216 triliun), meskipun beberapa audit pemerintah mengatakan dana yang dikeluarkan mencapai 25 miliar dolar (Rp 351 triliun), rekor Olimpiade Musim Panas termahal menurut sebuah studi Universitas Oxford.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Skandal Cukai Rokok, KPK Periksa Pengusaha Liem Eng Hwie Terkait Dugaan Suap di Bea Cukai
-
Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi
-
Jurus Pramono Cegah ASN Jakarta 'Keluyuran' Saat WFH Jumat, Ini yang Bakal Dilakukan
-
Serbuan Perantau Pasca Lebaran: Jakarta Masih Jadi Ladang Emas atau Jebakan Kemiskinan?
-
Terkuak, Pelaku Mutilasi Bekasi Jual Motor Vario dan Beat Milik Korban Lewat Facebook
-
Pramono Anung: Pelayanan Publik Jakarta Tak Ikut WFH Tiap Jumat
-
Versi PBB, Israel Biang Kerok Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
Perang Iran Vs AS-Israel Terus Memanas, BEM SI Desak Program MBG Dievaluasi Tapi Jangan Disetop
-
Ambisi Perang AS-Zionis Bikin Rakyat Israel Sengsara, Muncul Seruan Gulingkan Netanyahu
-
Indonesia Marah Besar di PBB Setelah 3 Pasukan TNI Gugur Akibat Serangan Militer Israel