Suara.com - Seluruh wakil ganda putra Indonesia yang berjumlah empat pasang, sukses melaju ke babak kedua Spain Masters 2021 setelah melakoni laga pembuka babak 32 besar di Kota Huelva, Selasa sore waktu setempat atau Rabu (19/5/2021) WIB.
Ganda putra pertama yang lolos ialah Pramudya Kusumawardana / Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, disusul Leo Rolly Carnando / Daniel Marthin, Sabar Karyaman Gutama / Moh Reza Pahlevi Isfahani, dan Muhammad Shohibul Fikri / Bagas Maulana.
Dalam pertandingan babak pertama, Leo / Daniel yang merupakan unggulan kedua menyudahi perlawanan ganda Jerman Marvin Datko / Patrick Scheiel dua gim langsung 21-12, 21-9.
Sementara Sabar Karyaman Gutama / Moh Reza Pahlevi juga menghadapi wakil Jerman, yaitu Daniel Hess / Johannes Pistorius dengan kemenangan dua gim langsung 21-13, 21-17.
"Saya merasa sudah lumayan mainnya, tapi pasangan saya bilang dia masih belum terlalu enak jadi banyak terburu-burunya," ujar Reza dalam rilis resmi PBSI yang dimuat Antara, Rabu (19/5/2021).
"Gim pertama kami bisa menguasai pertandingan dari awal, tapi di gim kedua kami banyak melakukan kesalahan sendiri terutama di poin-poin akhir. Ini yang tidak boleh dilakukan lagi di pertandingan selanjutnya. Kalau dari segi lawan, tadi mereka menyulitkan dari service-nya yang berubah terus dan juga serangannya cukup tajam. Tapi Alhamdulillah kami masih bisa mengatasinya," paparnya.
Kemenangan terakhir skuad ganda putra dipetik unggulan ketiga, Muhammad Shohibul Fikri / Bagas Maulana. Fikri / Bagas menang atas wakil Irlandia, Joshua Magee / Paul Reynolds dengan skor kembar 21-12, 21-12.
"Alhamdulillah kami bersyukur dikasih kemenangan hari ini. Adaptasi di permainan juga sudah oke, tinggal mengurangi kesalahan sendiri yang tadi masih ada," kata Fikri.
"Kami juga senang karena teman-teman di ganda putra semua bisa meraih kemenangan," imbuhnya.
Baca Juga: Yulfira / Febby Tundukkan Rekan Senegara di Babak Pertama Spain Masters
Dalam pertandingan ini, Fikri / Bagas beberapa kali ditegur wasit karena melakukan selebrasi ke arah lapangan lawan.
"Kalau dibilang hilang kendali sih tidak, itu karena terlalu bersemangat saja. Sama mungkin karena lawannya memprovokasi duluan dengan terus-menerus protes ke wasit," pungkas Fikri.
Tag
Berita Terkait
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Leo/Bagas Evaluasi Kontrol Permainan
-
Orleans Masters 2026: Dua Ganda Putra Melangkah ke 16 Besar, Satu Tersisih
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke 16 Besar, Leo/Bagas Manfaatkan Jeda untuk Evaluasi Kekurangan
-
Swiss Open 2026: Leo/Bagas Ungkap Kunci Kemenangan atas Pasangan Chinese Taipei
-
All England 2026: Raymond/Joaquin Singkirkan Fajar/Fikri, Perubahan Strategi yang Berhasil
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati