Suara.com - Francesco Bagnaia bertahan sebagai pebalap tercepat dalam sesi latihan bebas MotoGP GP Italia setelah memperbaiki catatan waktunya di FP3 pada Sabtu (29/5/2021).
Sang pebalap Ducati mencetak waktu terbaik 1:45,456, yang menjadi rekor baru lap sirkuit Mugello mengalahkan rekor sebelumnya yang dibuat Marc Marquez pada 2019 (1:45,519).
Pemuncak klasemen sementara Fabio Quartararo dari tim Monster Energy Yamaha membuntuti pesaing terdekatnya di kejuaraan dengan margin 0,157 detik di P2, demikian laman resmi MotoGP.
Brad Binder, yang menjalani balapan pertama kelas premier di Mugello, meneruskan tren positif KTM dengan memanfaatkan sasis baru untuk finis P3 dengan selisih 0,196 detik dari Bagnaia.
Rekan satu timnya, Miguel Oliveira membawa motor KTM kedua ke sepuluh besar di P7.
Juara Jerez dan Le Mans, Jack Miller dan Johann Zarco membuat tiga Ducati ke peringkat lima besar setelah FP3.
Duet tim Suzuki, Alex Rins dan Joan Mir mengamankan tiket ke Q2 setelah finis P6 dan P8.
Pol Espargaro menjadi satu-satunya pebalap Honda yang mengamankan tiket Q2 setelah finis P9 di depan Franco Morbidelli dari tim Petronas Yamaha.
Di FP3, seluruh pebalap mampu tampil lebih cepat dari kedua sesi latihan sebelumnya.
Baca Juga: Man City Vs Chelsea, Pep: Kami Harus Siap Menderita demi Gelar Liga Champions
Maverick Vinales terjatuh di akhir sesi dan harus terlempar dari peringkat sepuluh besar, yang berarti sang pebalap Yamaha akan melewati Q1.
Marc Marquez, Valentino Rossi juga harus bertarung melewati Q1 setelah mendapati sesi FP3 yang begitu ketat dengan catatan waktu 19 pebalap teratas dipisahkan kurang dari satu detik saja.
MotoGP kembali digelar di Mugello akhir pekan ini setelah tahun lalu balapan di sirkuit Italia itu batal karena pandemi COVID-19. Akan tetapi, kali ini tidak akan ada para fan yang biasanya memadati bukit di sepanjang sirkuit tersebut karena pembatasan terkait pandemi.
Mugello merupakan salah satu sirkuit yang paling menuntut kekuatan fisik dengan layout yang sangat teknis dan lintasan lurus sepanjang 1,1 km yang memungkinkan para pebalap mencapai kecepatan puncak hingga 356,7 kpj (Andrea Dovizioso,2019).
Ducati mengincar kemenangan keempatnya di sirkuit kandangnya itu secara beruntun ketika Jack Miller, Francesco Bagnaia dan Johann Zarco berharap mengikuti jejak Danilo Petrucci, Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso dan Casey Stoner yang pernah memenangi Grand Prix Italia di atas motor Desmosedici.
Test rider Ducati Michele Pirro mendapat tugas untuk menggantikan rookie tim Pramac Racing Jorge Martin yang masih memulihkan diri dari cedera yang ia alami di Portimao.
Berita Terkait
-
Jadwal MotoGP Amerika 2026: Akankah Marc Marquez Menang Lagi di COTA?
-
Double Podium di MotoGP Brasil 2026, Jorge Martin Telah Kembali!
-
Pujian Selangit Mantan Pembalap MotoGP untuk Veda Ega Pratama: Bakatnya Sangat Besar!
-
Quartararo Abaikan Hasil MotoGP Brasil, Salip Marc Marquez Lebih Penting di Tengah Masa Sulit
-
MotoGP Brasil 2026: Marco Bezzecchi Menang 4 Kali, Aprilia Makin Dipuji
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar