Suara.com - Film dokumenter petenis putri Jepang, Naomi Osaka, akhirnya rilis di Netflix setelah melalui penggarapan lebih dari dua setengah tahun.
Kendati sudah rilis, Naomi Osaka mengaku cemas tentang penerimaan publik terhadap film dokumenternya itu.
"Jadi ini sudah dalam proses selama dua setengah tahun terakhir. Mengingat semua yang terjadi baru-baru ini, saya takut ini dirilis," kata petenis 23 tahun pemenang empat Grand Slam tersebut dikutip dari Antara, Sabtu (17/7/2021).
"Ini tidak seperti pertandingan tenis di mana saya menang atau kalah dan dari sana orang bisa mengatakan apakah saya melakukannya dengan baik atau tidak."
"Ini adalah pandangan ke dalam hidup saya dari periode waktu tertentu dan saya tidak bisa melawan perasaan bertanya-tanya bagaimana itu akan diterima."
Osaka mengundurkan diri dari French Open pada akhir Mei setelah memutuskan untuk tidak mengikuti konferensi pers dan diancam didiskualifikasi.
Dia mengungkapkan perjuangannya melawan depresi saat mengumumkan pengunduran dirinya dari turnamen Grand Slam lapangan tanah liat itu.
Mundurnya Osaka dari French Open menghasilkan curahan dukungan dari dunia tenis dan sekitarnya, dengan banyak dari rekan-rekannya turun ke media sosial dengan pesan-pesan penyemangat.
Bintang tenis Jepang itu kemudian juga melewatkan kejuaraan Wimbledon untuk mengambil jeda dan fokus bertanding di Olimpiade Tokyo, yang akan dibuka 23 Juli.
Baca Juga: Naomi Osaka Mundur dari French Open, Begini Reaksi Masyarakat Jepang
Osaka, yang dua kali merebut gelar US dan Australian Open, mengatakan bahwa film dokumenter tersebut menggambarkan dirinya yang sebenarnya.
"(Film) Ini dalam beberapa hal jiwa saya dan refleksi dari siapa saya. Saya berharap ada bagian yang dapat berkenaan dengan orang lain dan mungkin bagian lain yang akan membantu orang lain memahami mengapa saya membuat pilihan yang saya buat," kata Osaka.
"Jika tidak, juga tidak apa-apa, saya butuh beberapa saat tetapi saya menyadari bahwa saya tidak dapat menyenangkan semua orang dan saya benar-benar tidak berusaha untuk itu," Osaka melanjutkan.
"Ketika saya pergi tidur di malam hari, saya hanya bisa berharap saya berdamai dengan diri saya sendiri dan saya berharap hal yang sama juga berlaku bagi siapa pun yang membaca ini. Saya senang/gugup kalian melihatnya dan saya harap kalian menikmatinya," dia menambahkan.
Film dokumenter Naomi Osaka tayang di Netflix dalam tiga episode yang berkisah tentang masa kecil Osaka hingga menjadi juara, perjuangan Osaka dengan kesehatan mentalnya, serta perjuangan Osaka menyuarakan ketidaksetaraan rasial.
Masing-masing episode berdurasi 37 menit, 42 menit dan 32 menit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Janice Tjen Masuk Daftar Pemain Hobart International Usai 'WO' di ASB Classic
-
Putri Kusuma Wardani Targetkan Konsistensi Permainan Sepanjang 2026
-
Target Juara! Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia Datangkan Pelatih Italia dan Bintang Dunia
-
Jadwal Lengkap Pekan Pembuka PLN Mobile Proliga 2026, Pontianak Jadi Seri Pembuka
-
Jadwal Malaysia Open 2026: 5 Wakil Indonesia Berjuang di Babak Kedua, Ada yang Lawan Tuan Rumah
-
ORADO Deklarasikan Domino Naik Kelas sebagai Olahraga Nasional
-
Sabar/Reza Singkirkan Juniornya Raymond/Joaquin di Babak 32 Besar Malaysia Open 2026
-
Kalah dari Chen/Toh untuk Kali Ketujuh, Jafar Hidayatullah Akui Permainan Jelek dan Tidak Yakin
-
Resmi! PBSI Hapus Sistem Promosi-Degradasi Atlet Pelatnas
-
Jadwal Malaysia Open 2026: Jonatan Christie hingga Putri KW, 8 Wakil Indonesia Berjuang Hari Ini