Suara.com - Vidya Rafika menjadi salah satu atlet wanita yang menjadi perwakilan kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Dara cantik ini turun di cabang olahraga menembak.
Vidya sudah menggenggam tiket ke Olimpiade sejak November 2019 ketika mentas di Kejuaraan Menembak Asia 2019. Pada ajang kualifikasi menuju Olimpiade 2020 itu, Vidya melewati batas Minimum Qualification Score (MQS) Asia, yakni 625, dengan nilai 625,4.
Namun, langkah Vidya harus terhenti lebih cepat karena dirinya gagal melaju ke babak final di nomor 10 meter senapan angin (air rifle). Pada babak kualifikasi Sabtu (24/7/2021), Vidya cuma berada di posisi ke-35 dengan skor 622.
Ini merupakan Olimpiade pertama bagi Vidya, oleh karena itu dia mengaku tetap bangga dan bersyukur. Di lain sisi, Vidya bertekad untuk menjadikan Olimpiade Tokyo sebagai modal pengalaman di masa mendatang.
Tak cuma keikusertaannya di pesta olahraga terbesar sejagat yang bikin nama Vidya banyak diperbincangkan belakangan ini. Parasnya yang cantik juga menjadi buah bibir, khususnya di media sosial.
Profil Vidya Rafika
Vidya merupakan dara kelahiran Depok, Jawa Barat pada 27 Mei 2001. Bakat Vidya di olahraga menembak diturunkan dari sang ibu yang juga atlet dari cabang tersebut.
Adalah Gusti Ayu Indra Dewi, sang ibu, yang pernah meraih medali perunggu untuk kategori 50 meter rifle di PON 2011 Riau. Vidya mulai tertarik dengan olahraga menembak karena sering dibawa ibunya ke lapangan untuk latihan.
Vidya mulai menekuni olahraga menembak sejak kelas 3 SD. Sejak saat itu Vidya tumbuh menjadi atlet menembak potensial Indonesia.
Baca Juga: Profil Hend Zaza, Atlet Termuda di Olimpiade Tokyo 2020
Ajang besar pertama yang diikuti oleh Vidya hadir di Asian Games 2018. Tak berhasil memberikan medali buat Indonesia, Vidya Rafika memberi kejutan di SEA Games 2019 Manila.
Pada ajang itu, Vidya sukses menyabet dua medali emas di nomor 10 M Air Rifle Women dan 50 M Air Rifle. Semakin istimewa karena itu menjadi kali pertama Vidya mengikuti SEA Games.
Sebelum mentas di Olimpiade Tokyo, Vidya bersama Moncia Daryanti dan Audrey Zahra Dhiyanissa, mempersembahkan medali perunggu kategori 50 meter rifle tiga posisi beregu.
Raihan medali teersebut menjadi satu-satunya perolehan Indonesia dalam Kejuaraan Dunia yang berlangsung pada Maret 2021. Di ajang yang sama, Vidya Rafika turun di nomor 10 meter Air Rifle kategori individu serta menempati peringkat ke-9.
Vidya Rafika juga mengukir sejarah sebagai atlet menembak pertama Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 melalui babak kualifikasi. Meski gagal melaju ke babak final nomor 10 M Air Rifle, tetapi sosok bernama lengkap Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba itu masih punya kesempatan karena akan turun di nomor 50 M Rifle 3 posisi wanita pada 31 Juli.
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
-
"Ada Badai di Dalam", Kisah Dibalik Gaya Penembak Viral Turki yang Super Santai Tangan di Saku
-
Profil Fathur Gustafian, Atlet Menembak Indonesia yang Lolos ke Olimpiade 2024 Paris
-
Atlet Menembak Sumbang Medali Emas Kedua untuk Indonesia pada Asian Games 2022
-
Profil Muhammad Sejahtera Dwi Putra: Atlet Menembak Raih Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2022
-
Ada Richarlison, Ini 5 Jebolan Olimpiade Tokyo yang Bela Brasil di Piala Dunia 2022
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko