Suara.com - Australia mendapat pukulan dalam harapan mereka meraih medali emas basket putra, karena bintang Toronto Raptors Aron Baynes pada Jumat meninggalkan Olimpiade Tokyo akibat cedera leher yang diperparah saat ia jatuh dari kamar mandi.
Pebasket yang tiga kali mengikuti Olimpiade itu mengalami masalah di babak kedua dari kemenangan tiga poin Boomers atas Italia pada Rabu di Saitama, dan kemudian cederanya tambah parah ketika ia terpeleset di kamar mandi.
Dalam serangkaian peristiwa yang rumit, tim dokter David Hughes mengatakan Baynes mengalami cedera selama pertandingan di lapangan, kemudian dia terpeleset di kamar mandi, dan mendapat cedera lebih lanjut.
"Menjadi jelas bagi hal-hal medis bahwa ini sedikit lebih serius daripada cedera biasa, dan sebagai tindak pencegahan, dan saat ini dia dibawa ke rumah sakit dan menjalani tes lebih lanjut," ujar Hughes seperti dikutip AFP, Jumat.
Baynes diperkirakan akan pulih, namun tidak pada waktunya untuk kembali ke pertandingan Olimpiade Tokyo.
"Saya benar-benar kecewa karena saya tidak dapat melanjutkan di Olimpiade," ujar Baynes dalam sebuah pernyataan.
"Saya bersama dengan anggota tim lainnya telah bekerja sangat keras dalam upaya kami untuk mendapatkan medali Olimpiade yang bersejarah, dan saya kecewa karena tidak dapat menyelesaikan permainan dengan anggota tim lainnya. Tetapi saya memiliki keyakinan mereka akan menyelesaikan tugas mereka ."
Australia sebagai peringkat ketiga tidak pernah memenangkan emas Olimpiade, namun mereka percaya bahwa pemain NBA lain seperti Patty Mills dan Joe Ingles di tim memiliki kemampuan yang cukup untuk memecahkan kekurangan rekor mereka di Jepang.
Kepala pelatih Brian Goorjian mengatakan, dia tetap percaya diri dengan peluang tim.
Baca Juga: Bantah Jadi Komentator Olimpiade Tokyo, Shin Tae-yong Klarifikasi ke PSSI
"Aron adalah bagian besar dari tim kami dan kami semua terluka untuknya, namun kami memiliki keyakinan yang besar dalam skuad dan saya memiliki kepercayaan pada 11 pemain yang tersisa," ujarnya.
"Kami semua akan tetap fokus pada tugas ke depan."
Pertandingan Australia berikutnya adalah melawan Jerman pada Sabtu.
Berita Terkait
-
Calon Pemain Naturalisasi Indonesia Dapat Perpanjangan Kontrak dari Klub Australia
-
Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
-
Wisata Kuliner Australia Barat: 5 Tempat Makan dan Kedai Kopi Wajib Masuk Itinerary
-
Piala Dunia 2026: Duel 5 Jenderal Lapangan Tengah di Grup D AS, Paraguay, Australia, Turki
-
Media Australia Takjub Mathew Baker Dipromosikan ke Timnas Indonesia Senior: Sensasi Pemain Muda
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi Jadi Unggulan di Libema Open 2026
-
Tak Menyangka Juara Indonesia Open, Victor Lai: Rasanya Masih Bermimpi
-
Fukushima/Matsumoto Terpukau Dukungan Penonton Istora Usai Juara Indonesia Open 2026
-
An Se-young: Saya Tidak Mau Kalah, Hanya Ingin Menang
-
Raymond/Joaquin Petik Pelajaran Berharga Usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
-
Kimi Antonelli Juara GP Monaco 2026, Perlebar Keunggulan di Puncak Klasemen F1
-
Putra Tri Ramadani Ukir Sejarah, Jadi Atlet Indonesia Pertama Juara Lead di World Climbing Series
-
Bandung Arena Membara! Satria Muda Sukses Balas Dendam, Bekuk Bogor Hornbills demi Samakan Kedudukan
-
Drama Balas Dendam dan Kejutan Besar Warnai Pembukaan Campus League The Nationals 2026
-
Raymond/Joaquin Dijegal Ganda Malaysia, Tuan Rumah Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026