Suara.com - Pencapaian fenomenal Kevin Cordon di Olimpiade Tokyo 2020 tak lepas dari tangan dingin Muamar Qadafi, pelatih asal Indonesia yang mengawali karier di usia muda.
Seiring mencuatnya nama Kevin Cordon, para penggemar bulu tangkis dibuat penasaran dengan siapa sosok pelatih yang berhasil mengasah kemampuannya.
Tak disangka, pria Indonesia lulusan PB Djarum asal Solo yang menjadi sosok di belakang Kevin Cordon tampil impresif di Olimpiade Tokyo 2020.
Bagaimana tidak, tempaaan Muamar Qadafi sukses mengantar Kevin Cordon tembus ke babak semifinal Olimpiade Tokyo 2020.
Qadafi bukan sosok asing bagi veteran bulu tangkis Indonesia, sosoknya juga pernah menjadi penghias PB Djarum kala menempa diri menjadi atlet profesional.
Kariernya sebagai pebulu tangkis terbilang singkat, yakni mulai 1994 hingga 2000 setelahnya ia memutuskan untuk menjadi pelatih.
Menariknya lagi, karier kepelatihan Qadafi di dunia internasional dimulai sejak ia masih berusia 24 tahun dan pertama kali bersama tim bulu tangkis Peru pada 2005.
"Waktu itu temen saya, Roni Purnomo sama Agustinus Sartono mendapatkan tawaran menjadi sparing di tim nasional Peru," ucap Qadafi, dilansir dari kanal Youtube pbdjarum
"Setelah jalan 2-3 bulan kalo nggak salah dan waktu itu pelatih tim nasional Peru dipegang oleh pelatih dari China.''
Baca Juga: Disebut Kena Body Shaming, Begini Reaksi Santai Atlet Angkat Besi Nurul Akmal
"Dia (Pelatih dari China) waktu itu memutuskan untuk keluar dari Peru dan mau ikut pelatihan dari BWF.''
"Sebelum dia keluar dia pesan ke temennya untuk ada yang menggantikan agar tidak kosong, jadi saya ditawari," imbuhnya.
Sempat ragu, Qadafi akhirnya memutuskan nekat berangkat ke Peru demi mendapatkan pengalaman internasional.
Menariknya, pada saat itu Qadafi baru berusia 24/25 tahun merintis karier kepelatihan internasional di Peru.
"Saya ragu juga antara, ini mau keluar kok jauh sekali nggak tau negara apa, tapi mereka meyakinkan saya," ujar Qadafi.
"Di satu sisi waktu itu sistemnya Indonesia masih hanya tim nasional yang bisa mengirim pemainnya keluar.''
"Jadi saya melihat ada peluang pengalaman internasional, kalo disini terus hanya lokal. Padahal spekulasi aja, nekat aja. Waktu itu masih 24-25 tahun." tandas Muamar Qadafi.
Kontributor: Eko Isdiyanto
Berita Terkait
-
PBSI Beberkan Revolusi Baru BWF: Transformasi Besar Bulu Tangkis Global
-
Menggiurkan! BWF Ubah Aturan Bulu Tangkis: Jadwal Makin Padat, Hadiah Tembus Rp452 M
-
Libas Malaysia 3-2, Indonesia Keluar sebagai Juara Grup D BATC 2026
-
Seleknas PBSI 2026: Intip Daftar Lengkap Calon Bintang Baru Pelatnas Cipayung
-
Alwi Farhan Juara Indonesia Masters 2026
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Fokus dan Kendalikan Euforia, Putri KW Siap Hadapi All England
-
Gloria Emanuelle Widjaja Petik Pelajaran usai Terhenti di Semifinal German Open 2026
-
Terhenti di Semifinal German Open 2026, Tiwi/Fadia Siap Bangkit di All England
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Kasus Kekerasan Atlet Panjat Tebing: Menpora Buka Layanan Aduan, Komisi X Desak Sanksi Maksimal
-
Waspadai Wakil China, Tiwi/Fadia Tekad Kurangi Error di Semifinal German Open 2026
-
Lolos ke Semifinal, Gloria Emanuelle Widjaja Bertekad Akhiri Kutukan Runner-up di German Open 2026
-
Proses Bangun Chemistry Berlanjut, Apriyani/Lanny Petik Pelajaran Berharga di German Open 2026
-
Marco Bezzecchi Jadi yang Tercepat di FP1 MotoGP Thailand 2026
-
DPR Bereaksi! Kawal Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing dan Dukung Langkah Kemenpora