Suara.com - Lifter senior Indonesia, Eko Yuli Irawan mengatakan masih berkeinginan memberikan kado terbaik untuk negaranya, terutama pada setiap peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Eko Yuli telah rutin mengharumkan nama Indonesia di kancah Olimpiade, namun ia memang belum berhasil mempersembahkan medali emas pada partisipasinya dalam empat edisi multievent itu.
Teranyar, yakni di Olimpiade Tokyo, Eko harus puas 'hanya''meraih perak setelah kalah dari lifter China, Li Fabin.
Atlet berusia 32 tahun itu pun berharap bisa kembali tampil dalam pesta olahraga terbesar di dunia itu demi menggenapi impian emasnya, bukan hanya untuk ambisi pribadi, tetapi juga untuk Merah-Putih.
"Olimpiade adalah tujuan akhir seorang atlet, begitu juga saya. Sejak awal saya berkeinginan mendapat medali emas, bukan untuk saya pribadi, tetapi juga untuk negara karena Olimpiade selalu bertepatan dengan hari kemerdekaan," ujar Eko Yuli dalam rilis resmi Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Senin (16/8/2021).
"Namun rezeki saya masih perak. Ini persembahan yang bisa saya berikan untuk negara di HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76," tambahnya.
Kendati belum berhasil merebut emas, Eko merupakan satu-satunya atlet Indonesia yang selalu membawa pulang medali di setiap partisipasinya dalam empat Olimpiade sejak Beijing 2008.
Tak hanya itu, lifter kelahiran Lampung itu juga tercatat menjadi lifter kedua di dunia yang merebut empat medali Olimpiade.
Sebelum Eko Yuli, ada legenda angkat besi Yunani Pyrros Dimas yang mengukir sejarah sejak penampilannya di Olimpiade 1992 Barcelona.
Baca Juga: Tak Berdaya di Kandang Tottenham, Guardiola Soroti Efisiensi Manchester City
Namun Dimas turun di kelas menegah dan mengoleksi tiga emas serta satu perunggu, sementara Eko dari kelas paling ringan putra dengan raihan dua perak (Olimpiade 2020 Tokyo dan Olimpiade 2016 Rio de Janeiro) serta dua perunggu (Olimpiade 2008 Beijing dan Olimpiade 2012 London).
Selain itu, prestasi yang diukir Eko itu juga melampaui prestasi lifter angkat besi putri asal Papua, Lisa Rumbewas.
Putri mantan binaragawan nasional Levi Rumbewas ini telah meraih tiga medali pada penampilan di Olimpiade (perak di Olimpiade Sydney 2000 dan Olimpiade 2004 Athena serta perunggu di Olimpiade 2008 Beijing).
Eko sebelumnya telah mendapat kepercayaan untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade 2024 Paris sembari melihat persaingan kelas 61kg putra ke depan.
Pasalnya, Komite Olimpiade Internasional (IOC) saat ini sedang mengkaji cabang angkat besi dan tinju untuk Olimpiade musim panas edisi ke-33 mendatang.
"Istri bilang mungkin ayah belum boleh pensiun, harus dapat emas dulu biar bisa pensiun dengan tenang. Itu sebenarnya juga penyemangat saya untuk melanjutkan prestasi. Namun, saat ini kita juga sama-sama tidak tahu masih bisa dipertandingkan di Olimpiade Paris. Saya pribadi ingin tetap tampil, tetapi kita lihat saja dulu ke depannya seperti apa," papar Eko.
"Saya sudah bilang kepada Pak Rosan dan Pak Okto agar saya bisa diberi kesempatan untuk ikut kualifikasi Paris. Beliau-beliau pada intinya mendukung saya karena semua perjuangan yang saya lakukan ini bukan cuma untuk menuntaskan rasa penasaran saya semata, tetapi juga demi Merah-Putih," tukasnya.
[Antara]
Berita Terkait
-
Lanny/Apriyani Lupakan Target ke Olimpiade 2028, Pilih Evaluasi Menyeluruh
-
Leo Rolly/Daniel Diproyeksikan untuk Tampil di Olimpiade 2028
-
Momentum Emas Leo/Daniel: Dari Thailand Open 2026 Menuju Panggung Olimpiade 2028
-
NOC Indonesia Tetapkan Dua Anggota Baru Usai Rapat Anggota Tahunan
-
Ketua KOI Soroti Krisis Anggaran, Sebut Kondisi Olahraga Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Mandiri Jogja Marathon 2026: AQUA Hadirkan Hidrasi dengan Sentuhan Budaya
-
Draymond Green Tolak Kontrak Rp443 Miliar, Buka Pintu Lebar Bagi LeBron James ke Warriors
-
Timnas Voli Indonesia Tembus Peringkat 43 Dunia Usai Segel Gelar Juara AVC Cup 2026
-
Perombakan Besar Yamaha! Fabio Quartararo dan Alex Rins Dipastikan Hengkang di Akhir Musim 2026
-
Padukan Olahraga dan Festival Budaya, Bhinneka Run 2026 Janjikan Pengalaman Lari Berbeda di TMII
-
Erick Thohir Puji IBL, Lima Musim Hadirkan Lima Juara Berbeda
-
Ranking FIVB Timnas Voli Indonesia Usai Juara AVC Cup 2026
-
Drama 5 Game Final Berakhir Manis, Cesar Camara Puji Mentalitas Juara Bogor Hornbills
-
David Nuban Ungkap Kunci Bogor Hornbills Juara IBL 2026: Bukan Cuma Thibodeaux!
-
Sejarah Baru! Bogor Hornbills Resmi Jadi Juara IBL 2026 Usai Bungkam Pelita Jaya di Game Penentuan