Suara.com - Bali memborong emas cabang olahraga eksibisi selancar ombak PON XX Papua 2021 lewat atletnya, Ryuki Waida untuk dua nomor yang dipertandingkan, yaitu shortboard atau papan pendek putra dan nomor aerial atau mengudara putra, Kamis (23/9/2021).
Ekshibisi selancar ombak awalnya direncanakan untuk digelar di Pantai Hamadi, kota Jayapura, namun Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI) memutuskan menggelar pertandingan di Pantai Skouw Sae, rencana alternatif jika tidak ada ombak.
Pada putaran pertama nomor shortboard putra, Rabu, Ryuki yang bertanding pada Heat 1, menempati posisi kedua dengan catatan nilai total 6,75. Masuk dalam peringkat tiga besar pada putaran pertama, perjuangan Ryuki berlanjut ke putaran ketiga.
Ryuki yang bertanding di Heat 2 putaran ketiga, Kamis, mengumpulkan skor 14.60, yang membuat dia menempati posisi pertama, sekaligus melaju ke perempat final.
Adik atlet selancar ombak Rio Waida itu bertemu dengan perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta, Irawan Dani Asmoro, di perempat final. Ryuki unggul dengan total nilai 12.17, yang membuatnya menuju ke semifinal.
Pada Heat 1 semifinal menumbangkan Jeren Kiring dari NTB dengan total skor 10.66, yang selanjutnya mengamankan slot ke final shortboard untuk bertemu dengan perwakilan NTT, Raju Sena Seran.
Dengan total nilai 11.34, Ryuki berhasil mengungguli skor Raju yang mengantongi nilai 10.87, dan otomatis membawa pulang emas ke Bali.
Sementara itu, untuk Aerial, Ryuki telah sejak awal unggul di nomor tersebut. Pada putaran pertama, Ryuki memimpin Heat 1 kemudian melaju ke perempat final.
Atlet berdarah Indonesia-Jepang itu selanjutnya unggul di perempat final Heat 1 untuk lolos ke Semifinal, dan kembali unggul di Heat 1 semifinal nomor Aerial.
Baca Juga: Persita Tangerang vs Bali United, Teco Singgung 3 Aspek Ini untuk Raih Poin Penuh
Ryuki, yang kembali bertemu dengan Irawan di Final, menjadi berhasil menjadi juara nomor aerial, sekaligus meraih emas PON Papua.
[Antara]
Berita Terkait
-
KONI Isyaratkan PON 2028 Prioritaskan Cabor Olimpiade
-
Kalender Jawa Weton 2 November 2025: Watak Minggu Pon, Rezeki, dan Jodoh Menurut Primbon
-
Kalender Jawa 28 Oktober 2025 Selasa Pon: Mengungkap Sifat dan Peruntungan Weton Lainnya
-
PON Bela Diri Kudus 2025 Rampung, DKI Jakarta Kunci Juara Umum
-
PON Bela Diri 2025 Panen Pujian, Atlet Jateng dan Papua Barat Bersinar
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
PBSI Berharap Gelar Thailand Masters 2026 Jadi Awal Kebangkitan Leo/Bagas
-
Dua Kali Kalah Beruntun di Final, PBSI Beberkan Kekurangan Raymond/Joaquin
-
Banjir Pevoli Asing di Proliga 2026, Kompetisi Makin Kuat atau Alarm Pembinaan Lokal?
-
Juara Thailand Masters, Fadia/Tiwi Masih Punya PR Besar dari Eng Hian
-
Profil Annie Mitchem: Meledak di Proliga 2026, Tembus 118 Poin untuk Gresik Phonska
-
Pertama Kali Juara Super 300, Ubed Ditarget PBSI Tembus Top 15 Ranking BWF Tahun Ini
-
Juara Umum Thailand Masters 2026, PBSI Tegaskan Tahun Ini adalah 'Tahun Prestasi' Menuju Olimpiade
-
Satria Muda Tumbang di Kandang, Coach Djordje Ungkap Faktor Penentu Kemenangan Pelita Jaya
-
Adaptasi Cuaca Ekstrem, Pelari Indonesia Bersinar di Maraton Kelas Dunia
-
Popsivo Buka Peluang Lolos ke Final Four Proliga 2026