Suara.com - Manager pencak silat Provinsi Sumatera Barat Rahmat Wartira mengatakan masih akan menjagokan atau bertumpu pada pesilat Suci Wulandari untuk menyabet medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
"Suci Wulandari adalah peraih medali emas SEA Games 2019 di Filipina dan kita harapkan ia bisa meraih prestasi terbaik di PON XX," kata dia di Jayapura, Rabu (6/10/2021).
Selain di SEA Games 2019, pesilat kelahiran 27 Desember 1994 tersebut juga berhasil mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional usai meraih medali emas pada Kejuaraan Open India 2018 lalu.
"Makanya di PON edisi kali ini kita tetap berharap dan memberi perhatian ke Wulandari," kata Rahmat.
Selain Suci Wulandari, Rahmat Wartira mengatakan Ranah Minang juga masih akan bergantung dan menaruh harapan besar kepada pesilat Anton Yuspermana peraih medali emas PON XIX di Jawa Barat.
Oleh karena itu, sebelum PON edisi Ke-20 dimulai, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Barat telah menyiapkan dengan matang para pesilat yang akan bertanding di Bumi Cenderawasih.
Namun, di satu sisi, Rahmat yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi Disiplin Pengurus Besar IPSI tersebut mengaku perhelatan PON XX juga menjadi beban tersendiri bagi Suci dan Anton untuk mempertahankan prestasinya.
Sedangkan untuk pesilat-pesilat lainnya ajang olahraga terbesar di Tanah Air tersebut merupakan kali pertama bagi mereka tampil untuk membela kampung halaman.
"Bagi yang pertama kali tampil di PON ini mentalnya harus kita genjot terus agar mereka bisa percaya diri dan menaikkan jenjang karir ke depannya," ujar Ketua Harian IPSI Sumatera Barat tersebut.
Baca Juga: Angkat Besi PON Papua: Lifter Juliana Klarisa Sumbang Emas untuk Jambi
Pada hari pertama pertandingan cabang olahraga pencak silat yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Toware, Suci Wulandari salah satu pesilat andalan Ranah Minang melangkah mulus ke babak selanjutnya setelah menyingkirkan Afriani Laurensia pesilat dari Sumatera Utara.
Sebagai tambahan informasi, Afriani Laurensia Barus merupakan pesilat putri Sumut peraih medali perunggu di PON XIX Jawa Barat.
Berita Terkait
-
Janji Manis Erick Thohir Usai Pencak Silat Sumbang 4 Emas SEA Games 2025
-
Hasil SEA Games 2025: Pencak Silat Tambah Dua Medali Emas di Hari Terakhir
-
Ricuh SEA Games 2025: Atlet Pencak Silat Malaysia Kejar dan Serang Wasit
-
Tapak Suci SMK Skill Village Islamic School Sabet Prestasi di Banten Pencak Silat Competition 2025
-
KONI Isyaratkan PON 2028 Prioritaskan Cabor Olimpiade
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Perang AS-Iran, PBSI Pastikan Tim Indonesia Tetap Berangkat ke Swiss Open 2026
-
All England 2026: Resep Raymond/Joaquin Jelang Lawan Ranking 3 Dunia: Makan Enak dan Tidur Nyenyak!
-
All England 2026: Ana/Trias Lolos ke Perempat Final, Ungkap Rahasia Kalahkan Ganda Jepang
-
All England 2026: Raymond/Joaquin Singkirkan Fajar/Fikri, Perubahan Strategi yang Berhasil
-
All England 2026: Rian/Rahmat Singkirkan Ganda Malaysia, Servis Jadi Kunci Kemenangan
-
All England 2026: Tiwi/Fadia Beberkan Kelemahan usai Tersingkir, Alihkan Fokus ke Swiss Open
-
All England 2026: Amri/Nita Ungkap Kunci Menangi Duel Debutan Indonesia
-
All England 2026: Tersingkir, Jonatan Christie Akui Kurang Sabar ketika Hadapi Lin Chun-yi
-
All England 2026: Putri KW Tantang An Se-young di Perempat Final, Pilih 'Nothing to Lose'
-
All England 2026: Alwi Farhan Berterima Kasih kepada Tuhan usai Singkirkan Unggulan Ketujuh