Suara.com - Tim bola basket putri Bali menorehkan sejarah setelah memastikan diri melaju ke babak final PON XX Papua usai menundukkan Sulawesi Selatan dengan skor 52-41 dalam pertandingan di Mimika Sport Complex, Mimika, Kamis.
Keberhasilan ini menjadi kesempatan pertama tim basket putri Bali berada di babak puncak PON sepanjang sejarah. Mereka pun berpeluang meraup medali emas andai bisa mengalahkan Jawa Timur di laga final, Sabtu (9/10).
Seperti dilansir Antara, Sulawesi Selatan nantinya akan memperebutkan medali perunggu dengan DKI Jakarta dalam pertandingan yang juga digelar Sabtu (9/10/2021).
Tim Bali sebenarnya tampil kurang meyakinkan pada kuarter pertama dan tertinggal 6-15 dari Sulawesi Selatan.
Kuarter kedua, Sulawesi Selatan menjauhkan skor 19-6 setelah tembakan bebas Anesthesia Pertiwi masuk sempurna ke keranjang lawan.
Bali mendekatkan skor menjadi 17-24 berkat lemparan dua angka Ni Putu Fiananda, tetapi mereka tetap tertinggal 21-26 di akhir kuarter kedua.
Usai jeda, Bali berhasil membalikkan kedudukan menjadi 27-26 melalui lemparan tiga angka Mita Istinawati. Setelah itu, Bali semakin trengginas dan mampu menjaga posisi di depan. Mereka menutup kuarter ketiga dengan keunggulan dua bola, 37-33.
Pada kuarter terakhir, Bali meninggalkan Sulsel 42-36 dan terus memimpin perolehan angka hingga menutup pertandingan semifinal dengan kemenangan 52-41.
Kemenangan itu disambut gegap gempita oleh seluruh personal tim Bali. Beberapa pemain bahkan menangis saat merayakan kemenangan itu di lapangan.
Baca Juga: Melaju ke Final, Tim Basket Putri Jatim Yakin Bawa Pulang Medali Emas PON Papua
Mita Istinawati menyumbangkan poin tertinggi untuk Bali pada laga tersebut dengan 22 poin, ditambah dua rebound dan satu assist.
Sementara di kubu Sulawesi Selatan, Sabrina Sandewang menorehkan statistik terbaik dengan sembilan poin, empat rebound dan empat assist.
Berita Terkait
-
Prabowo Sentil Bali Kotor, Gubernur Wayan Koster: Sampah Kiriman dari Luar Daerah
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Prabowo Sentil Pejabat Bali, Pulau Dewata Kini Kotor: Bagaimana Turis Mau Datang!
-
Tak Lagi Musiman, Banjir Mulai Hantam Wilayah yang Dulu Dianggap Aman
-
Hasil Super League: Persik Kediri Menangi Drama 5 Gol atas Bali United
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia Beregu 2026, Anthony Ginting Jadi Kapten Tim
-
PBSI Berharap Gelar Thailand Masters 2026 Jadi Awal Kebangkitan Leo/Bagas
-
Dua Kali Kalah Beruntun di Final, PBSI Beberkan Kekurangan Raymond/Joaquin
-
Banjir Pevoli Asing di Proliga 2026, Kompetisi Makin Kuat atau Alarm Pembinaan Lokal?
-
Juara Thailand Masters, Fadia/Tiwi Masih Punya PR Besar dari Eng Hian
-
Profil Annie Mitchem: Meledak di Proliga 2026, Tembus 118 Poin untuk Gresik Phonska
-
Pertama Kali Juara Super 300, Ubed Ditarget PBSI Tembus Top 15 Ranking BWF Tahun Ini
-
Juara Umum Thailand Masters 2026, PBSI Tegaskan Tahun Ini adalah 'Tahun Prestasi' Menuju Olimpiade
-
Satria Muda Tumbang di Kandang, Coach Djordje Ungkap Faktor Penentu Kemenangan Pelita Jaya
-
Adaptasi Cuaca Ekstrem, Pelari Indonesia Bersinar di Maraton Kelas Dunia