Suara.com - Hanifan Yudani Kusumah pesilat Jawa Barat sekaligus peraih medali emas Asian Games 2018 menang mudah atas lawannya Mohamad Pandu Wijaya di babak penyisihan cabang olahraga pencak silat Pekan Olahraga (PON) XX Papua, Jumat (8/10/2021).
Bertanding di Gedung Olahraga (GOR) Toware Kabupaten Jayapura, Hanifan yang berada di sudut merah dan Pandu di sudut biru sama-sama saling tampil menyerang.
Di ronde pertama Hanifan tampil lebih baik dari lawannya dengan mencatatkan nilai di atas Pandu Wijaya. Namun, nahas di penghujung ronde pertama selesai, sebuah pukulan dari pesilat Jawa Timur tersebut mengenai bibir Hanifan yang membuatnya mengerang kesakitan. Bahkan, bibir pesilat Jawa Barat itu terpaksa diplester karena mengeluarkan darah.
Wasit langsung memanggil Pandu Wijaya untuk memberikan teguran pertama sekaligus pengurangan satu poin bagi pesilat asal Jawa Timur tersebut.
Di babak kedua, pertarungan kedua pesilat semakin seru dimana Hanifan maupun Pandu sama-sama tampil menyerang dan lebih agresif. Di awal ronde kedua Pandu kembali mendapat teguran dari wasit dan pengurangan satu poin karena pelanggaran yang dilakukannya.
Pada pertengahan ronde kedua, sebuah pukulan dari pesilat Jawa Timur tersebut mengenai Hanifan yang membuat terjatuh dan mendapat tindakan dari tim medis.
Memasuki detik-detik akhir ronde kedua, Hanifan kembali harus menerima sebuah pukulan di bagian wajahnya yang membuat mulutnya kembali harus bercucuran darah.
Di ronde terakhir, jual beli serangan semakin gencar dilakukan oleh kedua pesilat. Nasib nahas kembali harus dialami Hanifan karena bekas luka di mulutnya terkena pukulan dari Pandu hingga mengeluarkan darah sehingga mendapatkan penanganan tim medis.
Saat pengumuman pemenang, kelima dewan juri sepakat mengangkat bendera merah yang menandakan pesilat Hanifan asal Jawa Barat menang telak atas lawannya. [Antara]
Baca Juga: Tidak Puas, Ofisial Sulsel Protes Kemenangan Pesilat Papua Tiel Taraipos
Tag
Berita Terkait
-
H-2 Lebaran, Arus Kendaraan di Tol Cipali Terus Meningkat
-
Didominasi Motor, Arus Mudik di Kalimalang Padat Merayap
-
Rumah Ambruk di Tamansari Bandung, Tiga Warga Tertimpa
-
Puluhan Ribu Kendaraan Padati Jalur Nagreg Jelang Mudik Lebaran
-
Daftar Lengkap Titik Macet Parah di Jawa Barat saat Mudik 2026, Hindari agar Tak Tua di Jalan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya