Sport / Arena
Minggu, 10 Oktober 2021 | 11:03 WIB
Carel Julius lifter peraih Jawa Barat peraih emas PON X Papua. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Sorak sorai penonton riuh bergemuruh memenuhi auditorium Universitas Cendrawasih ketika seorang pria naik ke atas panggung. Terlebih lagi para kaum hawa melihat sosok berbadan besar itu menggoyang-goyangkan tangannya.

Pria itu bernama Carel Julius, atlet angkat besi atau lifter perwakilan Jawa Barat untuk kelas 109 kilogram. Meski arena bergemuruh, Carel tetap fokus pada tantangan di depannya.

Carel menjadi salah satu dari lima atlet angkat besi yang masuk ke babak final pada Sabtu (9/10/2021).

Setelah memakaikan tangannya bedak anti slip, Carel langsung jongkok mengambil posisi. Ia mencoba mengangkat besi 200 kilogram untuk percobaan clean and jerk ketiganya.

Ketika itu, riuh penonton makin ramai. Mereka meneriaki pria kumis tipis dengan rambut panjang pirang, lengkap dengan pakaian lifter hitam putih itu sebagai "si ganteng".

"Si ganteng, si ganteng," teriak beberapa 'mana-mama' Papua.

"Kamu bisa Virzha," sahut sejumlah wanita lain menganggap Carel mirip dengan penyanyi Virzha.

Mama Papua bernama Sinta yang hadir di lokasi mengaku tidak begitu mengerti aturan perlombaan angkat beban itu.

"Yang penting ganteng," teriak mama Sinta.

Baca Juga: Semua Pihak Terlibat PON XX Papua 2021 Wajib Karantina, Ini Kata Satgas Covid-19

Begitu waktu tersisa 10 detik, Carel mencoba mengangkat besi itu sampai lututnya. Sekali tarikan nafas ia langsung mendongak ke atas menahan beban sampai dada dan pundaknya.

Terakhir, kaki kanannya langsung dimajukan dan kaki kirinya ke belakang sambil mencoba mengangkat sampai atas kepalanya. Ia melakukan teknik terakhir agar bisa mendapatkan clean and jerk dari para juri.

"Boom!"

Carel Julius lifter peraih Jawa Barat peraih emas PON X Papua. (Suara.com/Fakhri)

Suara besi jatuh ke panggung bergemuruh ke seluruh isi arena. Carel gagal mengangkat besi terberat hari itu.

"Enggak apa-apa ganteng. Sudah bagus," kata mama Papua yang mendadak menjadi pendukung atlet Jabar itu.

Meski gagal, Carel tetap tersenyum lebar. Ia menundukkan kepalanya berulang kali ke arah penonton.

Sikap Carel itu disambut tepuk tangan meriah dari orang yang berada di dalam arena.

Meski gagal mengangkat besi 200 kilogram, Carel sudah menasbihkan dirinya menjadi juara angkat besi kelas 190 kilogram. Pada hari itu, angkatan terbaiknya adalah 148 kilogram untuk snatch dan 185 kilogram untuk clean and jerk dengan total angkatan 333 kilogram.

Carel pun dikalungkan medali emas di akhir perlombaan itu. Setelah penobatan selesai, Carel langsung diserbu kaum hawa.

Banyak wanita mengantre meminta untuk berfoto bersamanya. Carel bahkan sampai harus dibujuk panitia untuk segera melakukan tes doping usai berlomba.

"Nanti ya, habis ini (berfoto)," kata Carel kepada mereka yang ingin berfoto sambil melemparkan senyum.

Usai menjalani tes doping, kepada Suara.com Carel mengaku sudah memrediksi keberhasilannya ini. Pasalnya saat latihan terakhir, total angkatannya sudah melewati angka 333 kilogram.

"Sesuai prediksi sih, cuma mungkin ada beberapa hal yang nonteknis ya. Mungkin karena otot saya menjelang pertandingan agak tegang," tutur Carel.

Menurut Carel, ada sejumlah faktor yang membuatnya tidak lebih baik ketika latihan. Misalnya, asupan makanan yang kurang dan kenyamanan saat beristirahat.

"Saya biasa di bandung itu makan daging sekitar 800 gram-1 kilogram perhari. Di sini saya gak bisa ketemu itu," ucapnya.

"Jadi begitu datang ke PON ini idealisme saya sedikit turun, akhirnya saya emang harus terima. Tapi gimana caranya juga saya harus berjuang apapun kondisinya," tambahnya menjelaskan.

Mengenai dukungan dari para kaum hawa di arena, Carel mengaku senang. Namun, ia tak mau terlalu terbuai karena banyaknya fans dadakan itu.

"Ya itu sih faktor tambahan saja ya," ucap Carel.

Di tengah sesi wawancara, suara Carel mendadak berat dan bergetar. Rupanya ia teringat pada 8 Oktober lalu anaknya baru berulang tahun yang keenam.

Ia pun mendedikasikan kemenangannya ini untuk buah hatinya yang ditinggal di Bandung, rumahnya itu.

"Motivasi tambahan itu kemarin anak saya baru ulang tahun. Jadi mungkin ini untuk kado ulang tahun ya," pungkasnya.

Pada perlombaan itu, Carel mengungguli Iqbal Tawakal dari Jawa Timur dengan total angkatan 322 kilogram yang meraih perak. Lalu peraih perunggu adalah pemilik angkatan 312 kilogram, Dimas Setya dari Sumatera Utara.

Load More