Suara.com - Olimpiade Musim Dingin biasanya dihadiri oleh negara-negara yang memiliki cuaca bersalju. Tapi di tahun 2022 ini, ajang ini diikuti oleh salah satu negara yang berada di negara tropis, yakni Timor Leste yang diwakili oleh Yohan Goutt-Goncalves.
Yohan Goutt-Goncalves merupakan atlet ski yang akan berpartisipasi di ajang Olimpiade Musim Dingin 2022. Uniknya, ia membawa bendera Timor Leste yang tak lain sebuah negara di kawasan Asia Tenggara yang beriklim tropis.
Yohan Goutt, sapaannya, lahir di Prancis pada 20 Desember 1994. Ia lahir dari orang tua multiras yakni ayah yang berasal dari Prancis dan ibu asli Timor Leste.
Karena lahir dari orang tua multiras, Yohan Goutt sejatinya bisa memilih Prancis. Namun ia mantap memilih membawa nama Timor Leste di event olahraga internasional, salah satunya adalah di Olimpiade Musim Dingin 2022.
Itu mengapa dirinya bisa mewakili Timor Leste di Olimpiade Musim Dingin kendati negara yang dulunya bagian Indonesia ini tak memiliki cuaca bersalju sama sekali.
Sebagai informasi, Olimpiade Musim Dingin 2022 merupakan ajang ketiganya. Sebelumnya, atlet berusia 27 tahun ini pernah tampil di Olimpiade Musim Dingin 2014 dan 2018.
Sejak kesertaannya pertama kali di Olimpiade Musim Dingin, Yohan Goutt telah membawa bendera Timor Leste. Sebagai catatan, ia telah mewakili negara sang ibu sejak 2013.
Yohan Goutt pernah tampil di Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi, Rusia. Selain itu, ia juga mewakili Timor Leste di Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan.
Di Olimpiade Musim Dingin 2022 yang akan berlangsung di Beijing, China, Yohan Goutt sendiri akan tampil di nomor slalom dan slalom raksasa untuk pertama kalinya.
Baca Juga: Motivasi Atlet PPLP DIY, Menpora Pesan Tempelkan Tulisan Olimpiade Paris 2024 di Kamar
Kendati juga memiliki kewarganegaraan Prancis dari sang ayah, lantas mengapa Yohan Goutt-Goncalves memilih membawa bendera Timor Leste di ajang sekelas Olimpiade Musim Dingin 2022?
Alasan Yohan Goutt-Goncalves Memilih Timor Leste
Keinginan Yohan Goutt-Goncalves membela Timor Leste di ajang internasional melalui ski sejatinya telah diutarakannya sejak dirinya berusia 8 tahun. Hal itu disampaikannya kepada sang ibu.
“Itulah yang saya inginkan. Saya ingin bermain ski untuk Timor (Leste) di ajang Olimpiade,” ujarnya dikutip dari laman resmi Olimpiade.
keinginannya membela Timor Leste itu sendiri tak lepas dari pengaruh paman dari sang ibu, yang diketahui merupakan pahlawan nasional.
“Paman saya adalah pahlawan nasional sejati. Saya bertanya-tanya, dalam kemampuan saya, saya bisa melakukan sesuatu tanpa melupakan dari mana saya berasal. Saya pikir olahraga itu adalah kesempatan yang baik,” lanjutnya.
Tag
Berita Terkait
-
Menpora Motivasi Atlet untuk Masuk 5 Besar Olimpiade di 2045
-
Pemain Pasangan Apriyani Dipersiapkan, PBSI Target Lolos Kualifikasi Olimpiade Paris 2024
-
Wushu Dipersiapkan Masuk Olimpiade, Menpora Dapat Apresiasi
-
Olimpiade Beijing Diantara Konflik Rusia dan Ukraina
-
Jelang Olimpiade, Pemerintah Beijing Akan Tes 2 Juta Penduduk
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya