Suara.com - Awal musim MotoGP 2022 menjadi momen di mana Fabio Quartararo kerap melontarkan kritik terhadap timnya terkait kurangnya tenaga pada motor balap Yamaha M1.
Namun kritik tersebut agaknya tenggelam seiring dengan kemenangan perdana yang diraih juara MotoGP 2021 ini di MotoGP Portugal.
Terkait hal tersebut, dilansir dari GP One, pembalap Prancis ini berujar bahwa ia cukup kaget dengan performa tunggangannya sendiri di sirkuit tersebut.
"Saya selalu balapan dengan cara yang sama, yang berbeda hanya lintasannya. Yamaha cuma punya satu kekurangan, yakni top speed," tutur rekan setim Franco Morbidelli ini.
"Kemenangan ini tetap tak membuat masa yang akan datang menjadi semakin mudah," lanjutnya.
Kemenangan ini sendiri menjadi yang pertama bagi Quartararo setelah absen 8 bulan dari podium teratas.
"Sudah lama saya tak meraih kemenangan, cukup sulit untuk menerima bahwa tim saya senang saat saya meraih posisi 7 di Austin, walau di atas kertas, kami lebih cepat dari tahun lalu," imbuh Quartararo.
"Saya tak pernah bilang bahwa motor saya jelek, hanya saja motor ini jauh kalah top speednya dibanding yang lain," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko