Suara.com - Pelatih ganda putri Indonesia Eng Hian di Jakarta, Jumat (17/6/2022), mengatakan bahwa anak asuhnya, Siti Fadia Silva Ramadhanti, harus bisa belajar mengatasi tekanan saat bermain bersama pasangannya, Apriyani Rahayu dalam berbagai turnamen.
Fadia pertama kali dipasangkan dengan Apriyani pada Februari lalu dan baru menjalani debutnya sebagai ganda putri di SEA Games 2021 Vietnam.
Kedua pemain itu memiliki pengalaman yang jauh berbeda. Apriyani sudah banyak tampil pada ajang-ajang internasional bersama mantan partner-nya, Greysia Polli. Keduanya telah menorehkan beragam prestasi, termasuk gelar di ajang super series BWF, perunggu Asian Games 2018 dan Kejuaraan Dunia, emas SEA Games 2019 sebelum mengukir sejarah emas ganda putri di Olimpiade.
“Apriyani sudah terbiasa dengan segala macam tekanan dan keinginan untuk menang,” kata Eng Hian usai mengawal anak asuhnya di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta.
“Fadia yang masih harus belajar menghadapi tekanan apalagi bermain di depan publik sendiri dengan atmosfer yang luar biasa ini tidak mudah,” lanjut dia.
Apri/Fadia, runner-up Indonesia Masters 2022, terhenti pada babak perempat final Indonesia Open 2022 seusai dikalahkan wakil Korea Selatan Lee So Hee/Shin Seung Chan 14-21, 19-21.
Kekalahan tersebut, menurut Eng Hian, disebabkan karena hal-hal non teknis, sebab secara pola permainan sebetulnya tidak ada masalah.
Dia juga mengatakan bahwa penampilan Apri/Fadia juga sudah jauh lebih baik dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya sejak kedua pemain itu pertama kali debut pada SEA Games 2021 Vietnam, Mei lalu.
“Seharusnya Fadia bisa bermain lebih tenang, polanya lebih pelan, tapi dengan atmosfer ini bisa berubah total karena mengikuti keinginan penonton. Ini yang harus dipelajari Fadia,” pungkas Eng Hian seperti dimuat Antara.
Baca Juga: Tersingkir di Perempat Final Indonesia Open 2022, Fajar Alfian: Kami Kalah Power
Berita Terkait
-
KPK Bongkar Dugaan Perintah Fadia Arafiq: ASN Diminta Menangkan Perusahaan Tertentu di Proyek Pemkab
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Ada yang Tembus Semifinal, PBSI Apresiasi Pebulu Tangkis Muda di All England 2026
-
Gagal Penuhi Target di All England 2026, PBSI Evaluasi Tim Indonesia
-
Tur Eropa Menguras Tenaga, Fadia/Tiwi Ekstra Fokus Recovery Jelang Swiss Open 2026
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Puji Dampak IBL All-Star 2026, Ditjen Imigrasi Bentuk Tim Permudah Masuknya Pemain Asing
-
Pertamina Enduro Selangkah ke Grand Final Proliga 2026 Usai Tundukkan Electric PLN 3-2
-
Jakarta Bhayangkara Presisi Tumbangkan Samator 3-0, Persaingan Final Proliga 2026 Makin Ketat
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
AVC Cup 2026: Timnas Voli Putra Indonesia Masuk Grup Neraka, Ada Thailand hingga Korea
-
Kisah Haru Prabowo di Munas IPSI, 34 Tahun Mengabdi Kembangkan Pencak Silat
-
IBL 2026: Pelita Jaya Resmi Datangkan Perrin Buford, Top Skorer Liga Jepang
-
Resmi Berstandar Dunia, Mangkunegaran Run 2026 Bakal Guncang Solo
-
Fajar/Fikri Tersingkir di Semifinal, Indonesia Tanpa Wakil di Final BAC 2026
-
Awal Positif di AARC 2026, Herjun Atna Firdaus Raih Podium di Sepang