Suara.com - Pebalap Ducati Francesco Bagnaia meneruskan dominasinya akhir pekan ini di Sirkuit Sachsenring dengan mengklaim pole position Grand Prix Jerman pada Sabtu setelah bersaing ketat dengan rivalnya dari tim Yamaha Fabio Quartararo di babak kualifikasi.
Setelah memecahkan rekor Sirkuit Sachsenring pada FP2 dan FP3, Bagnaia mencetak lap terbaik 1:19,931 di kualifikasi demi pole position ketiganya musim ini, sedangkan Quartararo memperbaiki catatan waktunya lewat upaya terakhirnya di Q2 untuk mengamankan P2, berjarak 0,076 detik dari polesitter.
Johann Zarco dari tim Pramac Ducati melengkapi posisi baris terdepan setelah finis P3 dengan margin 0,099 detik, demikian laman resmi MotoGP.
Sirkuit Sachsenring Jerman, sepanjang 3,7km dengan 10 tikungan ke kiri dan tiga ke kanan, kurang bersahabat dengan motor-motor Ducati.
Sedangkan satu-satunya kemenangan Ducati di Sachsenring didapat Casey Stoner pada 2008 dari pole. Pabrikan Italia itu menaiki empat podium lain pada kelas premier di trek tersebut lewat P3 Troy Baylis pada 2003, P2 Loris Capirossi pada 2007, P3 Stoner pada 2010 dan P3 Andrea Dovizioso pada 2016.
Namun, Bagnaia dan Zarco menunjukkan potensi Desmosedici GP di sirkuit yang berjalan berlawanan arah jarum jam itu.
Aleix Espargaro akan berupaya menebus blunder yang ia lakukan di Catalunya, di mana ia melakukan selebrasi terlalu dini, dengan menempatkan motor Aprilia RS-GP di P4, ditemani dua Ducati milik rookie Fabio di Giannantonio (Gresini) dan Jack Miller (Ducati Lenovo) di baris kedua.
Luca Marini (VR46) dan Jorge Martin (Pramac) kembali mengisi P7 dan P8 dengan motor Ducati, di saat Maverick Vinales dan Takaaki Nakagami melengkapi sepuluh besar untuk Aprilia dan LCR Honda.
Marc Marquez menjadi raja Sachsenring dengan total 11 kemenangan dalam setiap kelas.
Baca Juga: Sudah Punya Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli, Yamaha Tak Butuh Tim Satelit di MotoGP 2023
Pebalap Spanyol itu tak terkalahkan di Jerman dalam delapan balap MotoGP berturut-turut sejak 2013 hingga 2021, kecuali 2020 yang ditiadakan karena pandemi. Marquez juga menang dua kali pada kelas Moto2 dan satu kali dalam kelas 125cc.
Capaian itu membuat Honda sebagai pabrikan paling sukses di Sachsenring sejak 1998 dengan 17 kemenangan yang 11 di antaranya dipersembahkan Marquez.
Para pebalap Honda juga menguasai pole position GP Jerman dari 2011 hingga 2019. Johann Zarco (Ducati) tahun lalu menjadi satu-satunya pebalap non Honda yang start terdepan di Sachsenring sejak Jorge Lorenzo pada 2010 bersama Yamaha.
Absennya Marquez, yang harus menjalani operasi dan pemulihan lengan, hingga akhir musim ini, membuka peluang bagi para pebalap lain untuk menaiki podium teratas di Jerman akhir pekan ini.
Pebalap Suzuki Alex Rins memutuskan untuk tidak ambil bagian di GP Jerman demi pemulihan cedera lengannya.
Setelah diperiksa oleh dokter Xavier Mir di Barcelona dan dokter Angel Charte di sirkuit Sachsenring, Rins sempat berpartisipasi di tiga sesi latihan bebas, tetapi setelah itu ia mendapati pergelangan tangannya lebih sakit dari yang diperkirakan.
Suzuki, yang akan mundur dari MotoGP pada akhir tahun ini, tidak menugasi pebalap lain untuk menggantikan Rins di Jerman, dan oleh karena itu Joan Mir akan menjadi satu-satunya pebalap dengan motor GSX-RR pada Minggu nanti dan bakal start dari P12.
Berita Terkait
-
Perombakan Besar Yamaha! Fabio Quartararo dan Alex Rins Dipastikan Hengkang di Akhir Musim 2026
-
Bos Yamaha Sebut Bursa Transfer MotoGP Semakin Tidak Masuk Akal Setelah Quartararo ke Honda
-
Johann Zarco Lolos dari Maut usai Kaki Terjepit Roda Motor Bagnaia di MotoGP Catalunya
-
4 Hal Menarik di MotoGP Prancis 2026: Jorge Martin Tampil Sempurna!
-
Francesco Bagnaia Kecewa Gagal Finis di MotoGP Prancis 2026
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Fardhan Rainanda Joe Lolos ke Semifinal Kejuaraan Asia Junior 2026, Bidik Upgrade Medali
-
Joan Mir Resmi Merapat ke Gresini Racing, Siap Duet Bareng Daniel Holgado di MotoGP 2027
-
Indonesia Berjaya di Kejuaraan Para Bulu Tangkis Eropa, Leani Ratri Borong Lima Emas
-
HYROX Jakarta 2026: Adu Fisik dan Mental, Ribuan Peserta Bersatu Lawan Batas Diri
-
Mandiri Jogja Marathon 2026: AQUA Hadirkan Hidrasi dengan Sentuhan Budaya
-
Draymond Green Tolak Kontrak Rp443 Miliar, Buka Pintu Lebar Bagi LeBron James ke Warriors
-
Timnas Voli Indonesia Tembus Peringkat 43 Dunia Usai Segel Gelar Juara AVC Cup 2026
-
Perombakan Besar Yamaha! Fabio Quartararo dan Alex Rins Dipastikan Hengkang di Akhir Musim 2026
-
Padukan Olahraga dan Festival Budaya, Bhinneka Run 2026 Janjikan Pengalaman Lari Berbeda di TMII
-
Erick Thohir Puji IBL, Lima Musim Hadirkan Lima Juara Berbeda