Suara.com - Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menuturkan dua gelar juara yang sukses dibukukan dari dua turnamen Asia Tenggara secara beruntun membuat mereka semakin termotivasi untuk mengukir prestasi lain pada turnamen mendatang.
"Ya kami mengucap syukur bisa juara di Indonesia Masters dan Thailand Masters. Jadi pacuan kami untuk termotivasi terus. Jangan sampai lengah dan jangan cepat puas," kata Leo saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu.
Tak hanya mengamankan dua gelar pada awal musim turnamen 2023, pasangan berjuluk The Babies itu pun juga menduduki ekosistem peringkat "Top 10" berkat akumulasi perolehan poin dari dua gelar yang mereka catatkan.
Leo/Daniel sangat bersyukur dengan pencapaian tersebut karena untuk berada di jajaran 10 besar pada peringkat Federasi Badminton Dunia (BWF) bukan perkara yang mudah.
Apalagi selisih poin mereka dengan pasangan pada peringkat ke-11 terbilang tipis, yang membuat mereka harus fokus untuk lebih rajin menambah poin dengan bermain di berbagai turnamen.
Gelar juara ganda dan kenaikan peringkat papan atas tersebut rupanya tidak menjadi beban bagi Leo/Daniel. Mereka justru makin bersemangat dan punya keinginan lebih untuk menjuarai turnamen lain yang lebih prestisius.
"Tidak jadi beban lah, tetapi jadi motivasi buat kami. Jadi mendapat kepercayaan lebih, justru tanggung jawabnya lebih buat kami," ungkap Daniel dalam kesempatan yang sama.
Meski sudah mencatatkan hasil positif pada awal 2023, namun Leo/Daniel menilai prestasi mereka belum terlalu mencolok. Komitmen untuk tampil lebih baik pun mereka tumbuhkan sejak kembali ke Pelatnas Cipayung.
"Pencapaian ini belum bisa dibilang bersinar lah menurut saya, masih ada event-event yang lebih besar, lebih prestisius. Seperti All England itu kan belum dapat, jadi menurut saya ini belum ada apa-apanya," Leo menyebutkan.
Baca Juga: Berikut Daftar Wakil Indonesia di All England 2023, Ada Jonatan Christie hingga Praveen/Melati
Sehubungan dengan proyeksi ke depan, All England 2023 menjadi agenda bergengsi yang akan diikuti oleh The Babies. Pada turnamen berkategori BWF Super 1000 itu, The Babies akan berusaha membuktikan kebolehan mereka dalam persaingan menaiki podium tertinggi.
"Ya kalau target karena sekarang sudah bisa juara ya pasti ingin juara lagi. Tapi kami lihat juga nanti di sana bagaimana, kami juga persiapan dulu. Masih ada satu bulan, cukup lama juga. Jadi kami matangkan dulu di sini, nanti waktu pertandingan kami step-by-step saja," pungkas Leo. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati