Suara.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Bagas Maulana / Muhammad Shohibul Fikri mengaku faktor mental merupakan kunci utama mereka agar bisa mempertahankan gelar juara All England 2023.
Hal tersebut mereka ungkapkan sehubungan dengan kualitas permainan yang justru menurun usai membukukan gelar All England perdana tahun lalu.
"Ya memang karena hasil kemarin yang kurang baik, mungkin kita motivasinya tetap harus ada. Kalau kata coach Herry (Iman Pierngadi) dan coach Ar (Aryono Miranat) itu apinya tetap harus menyala, jangan redup," kata Fikri di Pelatnas PBSI Cipayung, seperti dimuat Antara, Rabu (8/3/2023).
Setelah nirgelar usai tampil positif di All England, Bagas / Fikri sudah melalui beragam pola latihan. Bahkan setiap latihan yang dilakukan setelah mengikuti sebuah turnamen, tak lepas dengan keinginan agar bisa mempertahankan gelar di Birmingham, Inggris tahun ini.
Program latihan tidak ada yang berbeda dari porsi biasanya, termasuk aspek fisik, teknik, hingga mental yang sudah mereka lahap sejak awal tahun.
Status juara bertahan juga secara tegas menjadi motivasi tersendiri bagi mereka untuk kembali menaiki podium tertinggi di turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu.
Sudah berlatih maksimal dan ada peningkatan, namun ganda putra peringkat ke-12 itu hanya bisa pasrah dan menunggu hasilnya nanti saat turnamen berkategori BWF Super 1000 itu resmi dimulai pekan depan.
"Persiapannya semua sudah mulai diperbaiki dari segi tekniknya, fisik, mentalnya, semua udah diperbaiki cuma memang hasilnya di pertandingan. Mau latihan bagaimana pun tetap yang dilihat kan di pertandingan nanti," ungkap Fikri.
Sebagai pasangan bertitel juara bertahan, Bagas / Fikri juga sempat mendapat wejangan dari kedua pelatihnya jelang turnamen yang berlangsung pada 14-19 Maret.
Baca Juga: PBSI Targetkan Dua Gelar Juara dari Turnamen All England 2023
Bukan trik atau tips, namun pelatih mengingatkan Bagas / Fikri agar tetap menjaga ketenangan dalam bertanding dan tidak terbebani dengan status yang dibawa.
"Mungkin mereka sempat bilang jangan terbebani saja karena kemarin sudah juara. Ya main seperti biasa saja, (main) lepas seperti tahun lalu," tutur Fikri.
Berita Terkait
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Leo/Bagas Evaluasi Kontrol Permainan
-
Orleans Masters 2026: Dua Ganda Putra Melangkah ke 16 Besar, Satu Tersisih
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke 16 Besar, Leo/Bagas Manfaatkan Jeda untuk Evaluasi Kekurangan
-
Swiss Open 2026: Leo/Bagas Ungkap Kunci Kemenangan atas Pasangan Chinese Taipei
-
Ada yang Tembus Semifinal, PBSI Apresiasi Pebulu Tangkis Muda di All England 2026
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati