Suara.com - Mutiara Ayu Puspitasari membawa Indonesia lolos ke final ajang Badminton Asia Junior Championships 2023 (BAJC 2023). Kemenangan pebulutangkis tunggal putri ini memastikan Indonesia mengalahkan Thailand 3-0.
Turun berlaga di partai ketiga di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Senin (10/7/2023) petang, juara Indonesia International Series 2022 itu menang dengan skor 17-21, 21-7, 21-18 atas Saranporn Sombutwatthananukool.
Pada pertandingan ini tunggal putri kelahiran 17 Mei 2006 itu mengaku sempat terbebani. Pasalnya, saat melawan China di fase Grup A, dia gagal menyumbangkan poin buat Indonesia. Saat itu Mutiara bertekuk lutut di tangan Xu Wen Jing dengan skor 12-21, 10-21.
“Kemenangan saya hari ini rasanya campur aduk. Saya sempat tidak percaya diri dan punya tekanan karena pada kesempatan lawan China saya kurang bisa memaksimalkan,” kata Mutiara dalam rilis resmi PBSI.
Kemenangan Mutiara tidak terlepas dari dukungan tiada henti dari rekan-rekannya di tribun penonton. Juga penonton yang hadir ke stadion.
Hal tersebut membuat juara Slovenia International 2021 itu makin bersemangat dan akhirnya bisa meraih kemenangan serta menjadi penentu keberhasilan Indonesia lolos ke final.
“Saya berterima kasih buat rekan-rekan yang sudah memberikan dukungan totalitas buat saya. Saya sepanjang pertandingan memikirkan supaya bisa memberikan yang terbaik buat mereka yang sudah memberikan dukungan buat saya,” ujar Mutiara.
“Sejauh ini permainan saya sudah lebih baik. Saya bisa keluar dari tekanan lawan di laga ini dan keluar dari zona nyaman saya,” pungkas Mutiara.
Dengan hasil ini Indonesia melangkah ke final Badminton Asia Junior Championships 2023 seusai menang melawan Thailand dengan skor 3-0.
Baca Juga: Pelatih Bima Sakti Panggil 34 Pemain untuk Persiapan Timnas Indonesia U-17, Berikut Daftarnya
Di laga semifinal ini, Indonesia membuka skor terlebih dahulu melalui ganda campuran. Adrian Pratama/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu membawa Indonesia unggul seusai mengalahkan Tanakorn Meechai/Fungfa Korpthammakit dengan skor 21-13, 21-15.
Kapten tim Indonesia, Alwi Farhan menggandakan keunggulan seusai mengalahkan Nachakorn Pusri lewat pertarungan rubber game 19-21, 21-8, 21-11.
Kemenangan 3-0 Indonesia atas Thailand membuat tim Merah-Putih Muda itu ke final dan akan bertemu Jepang yang pada pertandingan sebelumnya menang atas Chinese Taipei dengan skor 3-1.
Hasil Pertandingan Semifinal Indonesia vs Thailand (3-0)
Ganda campuran: Adrian Pratama/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu vs Tanakorn Meechai/Fungfa Korpthammakit 21-13, 21-15
Tunggal Putra: Alwi Farhan vs Nachakorn Pusri 19-21, 21-8, 21-11
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati