Suara.com - Tunggal putri Indonesia Komang Ayu Cahya Dewi menuntaskan laga rubber game sengit di babak 16 besar dan berhak maju ke perempat final Thailand Open 2024.
Komang Ayu menang atas pemain muda Korea Selatan Sim Yu Jin 19-21, 21-19, 21-14 pada pertandingan yang digelar di Stadion Nimibutr, Bangkok, Kamis (16/5/2024).
“Saya senang sekali bisa menang dan maju ke babak delapan besar. Tadi saya bisa mengeluarkan seluruh kemampuan saya. Saya fight habis-habisan di tengah lapangan,” ungkap Komang Ayu, dikutip dari keterangan singkat PP PBSI seperti dimuat Antara.
BACA JUGA: Dikalahkan Juventus di Final Coppa Italia, Gian Piero Gasperini: Atalanta Tidak Bermain Buruk
Mengenai jalannya pertandingan, tunggal putri asal Bali tersebut mengatakan ia sempat kehilangan fokus pada gim pertama. Ia sempat unggul pada awal gim, tetapi malah menyia-nyiakan kesempatan sehingga kehilangan banyak angka.
Berlanjut ke gim kedua, Komang Ayu memperbaiki fokus dan sempat unggul jauh 11-3 dari Sim. Kedua pemain muda yang memperkuat tim putri negara masing-masing di Piala Uber 2024 tersebut saling berebut angka di pertengahan gim kedua.
Beruntung, Komang Ayu bisa kembali ke pola permainannya sendiri dan memaksakan adanya rubber game.
“Di gim ketiga, saya fokus ke permainan saya sendiri dan tidak fokus ke kondisi kaki, walaupun hal itu sangat memengaruhi penampilan di lapangan. Semuanya saya fokuskan ke cara main saja,” kata Komang Ayu.
“Saya akhirnya bisa menang berkat bermain lebih berani. Saya nekat saja. Saya modal nekat saja di gim ketiga. Syukur akhirnya bisa menang,” ujarnya menambahkan.
Baca Juga: PSSI Angkat Topi Antusias Penonton Saksikan Timnas Indonesia Besar Meski Harga Tiket Mahal
Dengan ini, maka Komang Ayu akan berjumpa dengan unggulan pertama asal China, Han Yue, di babak perempat final Thailand Open 2024 esok.
“Menghadapi pertandingan di babak delapn besar, saya akan pemulihan dulu untuk mengembalikan kebugaran badan. Untuk bagaimana strategi dan pola bermain, akan diskusi dengan pelatih,” ujar tunggal putri peringkat 71 dunia itu.
Sejauh ini, Indonesia telah meloloskan enam dari 10 wakil yang berlaga di babak kedua turnamen BWF Super 500 hari ini.
Selain Komang Ayu, ada Gregoria Mariska Tunjung, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja, Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati, dan Jafar Hidayatullah/Aisyah Salsabila Putri Pranata yang maju ke babak delapan besar.
Masih ada dua pasangan ganda putra Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, serta ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi yang akan bertanding hari ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati