Suara.com - Indonesia menorehkan langkah monumental dalam dunia olahraga dengan memulai pembangunan Ice House Sportindo, arena olahraga es berteknologi Airdome pertama di Asia Tenggara. Proyek ambisius yang berlokasi di BSD City, Tangerang ini menjadi simbol keseriusan Tanah Air dalam mengembangkan cabang olahraga musim dingin, meski berada di wilayah beriklim tropis.
Groundbreaking Ice House Sportindo telah resmi dilaksanakan dan dihadiri tokoh-tokoh penting, mulai dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI Dito Ariotedjo, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid, Presiden IIHF Luc Tardif, hingga Direktur Timnas Hoki Es Indonesia Jonathan Sudharta.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandai dimulainya pembangunan fasilitas olahraga es berskala internasional yang belum pernah ada sebelumnya di kawasan ASEAN.
Jonathan Sudharta menjelaskan bahwa Ice House Sportindo bukan sekadar arena, melainkan sebuah ekosistem olahraga musim dingin yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ini adalah fasilitas yang kami persembahkan untuk atlet profesional, pelajar, hingga masyarakat umum yang ingin mencoba dan mencintai olahraga musim dingin. Dengan teknologi Airdome yang efisien dan adaptif terhadap iklim tropis, kami percaya Ice House Sportindo akan menjadi katalis penting dalam mengembangkan bakat, membangun komunitas, dan membawa Indonesia ke panggung olahraga es dunia,” ungkap Jonathan dalam keterangan tertulis.
Ice House Sportindo akan dibangun menggunakan teknologi Airdome, struktur ringan bertekanan udara yang dilapisi membran khusus dengan sistem pendingin internal. Teknologi ini sangat cocok untuk wilayah tropis seperti Indonesia karena efisien dalam energi, cepat dibangun, dan adaptif terhadap cuaca panas.
Arena ini akan memenuhi standar internasional dari International Ice Hockey Federation (IIHF), dengan ukuran lapangan 60x30 meter, pencahayaan broadcast ready, serta fasilitas lengkap untuk mendukung pelatihan dan kompetisi kelas dunia.
Dalam sambutannya, Menpora Dito Ariotedjo menyampaikan apresiasinya atas inisiatif sektor swasta dalam membangun infrastruktur olahraga. Melalui visi besar Asta Cita Kabinet Merah Putih 2024–2029, pemerintah siap mendukung pembangunan fasilitas seperti Ice House Sportindo melalui berbagai kemudahan dan insentif.
“Saya mewakili pemerintah mengapresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif bersama sektor swasta untuk terwujudnya Ice House Sportindo di Indonesia. Ini bagus sekali untuk perkembangan ekosistem olahraga Indonesia ke depan. Melalui program di Asta Cita, pemerintah akan memberikan kemudahan dan intensif untuk mmebangun fasilitas olahraga di Indonesia,” pungkas Menpora RI Dito Ariotedjo.
Baca Juga: Menpora Dito Ariotedjo Antusias Sambut Strategi Jitu Patrick Kluivert!
Potensi Industri dan Sport Tourism
Investasi di sektor olahraga musim dingin juga membuka pintu untuk pengembangan industri sportainment dan pariwisata olahraga. Negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Thailand, dan Tiongkok Selatan telah menunjukkan bahwa iklim bukan penghalang untuk meraih prestasi di cabang olahraga musim dingin. Indonesia pun ingin mengambil peran strategis di tingkat regional dan internasional.
Dengan fasilitas berstandar tinggi, Indonesia berpotensi menjadi tuan rumah turnamen hoki es tingkat ASEAN hingga Asia, dan menarik wisatawan serta peserta dari berbagai negara.
Pusat Pembinaan Nasional
Fasilitas ini akan menjadi rumah bagi berbagai program pembinaan, seperti Grassroots Hockey Development, akademi hoki es Indonesia, hingga program talent scouting nasional. Kelas pelatihan usia dini untuk cabang ice skating, ice hockey, figure skating, dan short track speed skating juga akan digelar bekerja sama dengan sekolah-sekolah lokal dan internasional.
Lebih dari sekadar pelatihan, Ice House akan menggelar event komunitas, program rekreasi keluarga, hingga pertunjukan musikal di es yang akan memperkuat budaya olahraga es di masyarakat.
Berita Terkait
-
Atlet Kickboxing Protes Langsung Soal Efisiensi Anggaran ke Menpora Dito
-
Profil Andi Mesyara, Atlet Kickboxing yang Viral 'Adu Mulut' dengan Menpora Dito Ariotedjo
-
Menpora: Ole Romeny Bisa Main 20 Maret 2025 Lawan Australia
-
Disaksikan Menpora hingga Ketua NOC Indonesia, Ketum KORMI Nasional 2024-2028 Resmi Dilantik
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia Beregu 2026, Anthony Ginting Jadi Kapten Tim
-
PBSI Berharap Gelar Thailand Masters 2026 Jadi Awal Kebangkitan Leo/Bagas
-
Dua Kali Kalah Beruntun di Final, PBSI Beberkan Kekurangan Raymond/Joaquin
-
Banjir Pevoli Asing di Proliga 2026, Kompetisi Makin Kuat atau Alarm Pembinaan Lokal?
-
Juara Thailand Masters, Fadia/Tiwi Masih Punya PR Besar dari Eng Hian
-
Profil Annie Mitchem: Meledak di Proliga 2026, Tembus 118 Poin untuk Gresik Phonska
-
Pertama Kali Juara Super 300, Ubed Ditarget PBSI Tembus Top 15 Ranking BWF Tahun Ini
-
Juara Umum Thailand Masters 2026, PBSI Tegaskan Tahun Ini adalah 'Tahun Prestasi' Menuju Olimpiade
-
Satria Muda Tumbang di Kandang, Coach Djordje Ungkap Faktor Penentu Kemenangan Pelita Jaya
-
Adaptasi Cuaca Ekstrem, Pelari Indonesia Bersinar di Maraton Kelas Dunia