Sport / Arena
Jum'at, 12 Desember 2025 | 06:47 WIB
Sprinter Indonesia Lalu Muhammad Zohri. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.)
Baca 10 detik
  • Lalu Muhammad Zohri meraih medali perak 100 meter putra SEA Games 2025 di Bangkok dengan waktu 10,25 detik.
  • Performa Zohri terpengaruh cedera lama ACL lutut kiri yang membatasi durasi dan intensitas latihannya.
  • Ia absen di nomor 200 meter atas larangan demi menghindari risiko cedera lebih lanjut pada tikungan lintasan.

Suara.com - Sprinter andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, meraih medali perak pada final nomor 100 meter putra SEA Games 2025 yang berlangsung di Suphachalasai National Stadium, Bangkok. Catatan waktunya terganggu oleh masalah cedera ACL yang masih membekas.

Zohri, yang sebelumnya menjadi pelari tercepat pada babak penyisihan, menuntaskan lomba dengan waktu 10,25 detik dan berada di belakang wakil tuan rumah, Boonson Puripol, yang mencatatkan 10,00 detik.

Dalam keterangannya, Zohri menyampaikan apresiasi atas dukungan publik Tanah Air.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua masyarakat Indonesia yang telah mendukung saya. Beberapa bulan ini memang saya jarang kelihatan karena training camp di Jepang," kata Zohri.

Ia kemudian mengungkap kondisi cedera yang sempat menghambat persiapannya.

"Dan sebelum training camp juga ada sedikit kendala di lutut kiri saya, itu ACL."

Zohri menambahkan bahwa ia hanya tampil pada nomor 100 meter dan estafet. Ia dilarang turun pada nomor 200 meter yang selama ini menjadi salah satu spesialisasinya karena mempertimbangkan risiko cedera pada tikungan lintasan.

"Kenapa saya nggak turun di nomor 200 meter, karena dilarang, karena ada tikungan, jadi saya fokus 100m saja," kata Zohri.

Lebih lanjut, Zohri mengakui bahwa kondisi lutut, pemulihan, serta keterbatasan latihan turut mempengaruhi performanya di final. Meski begitu, ia menegaskan sudah memberikan seluruh kemampuannya.

Baca Juga: Klasemen Medali SEA Games 2025: Indonesia Koleksi 14 Emas, tapi Disalip Vietnam

“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Sekali lagi terima kasih buat masyarakat Indonesia yang telah mendukung dan mensupport saya," katanya.

Ia juga menceritakan jalannya perlombaan.

"Sebenarnya saya sudah memimpin dari awal sampai 30-20 meter terakhir, tapi di akhir saya habis. Itu yang jadi kendala. Nggak berasa sebenarnya, cuma kurang latihan aja karena memang saya nggak bisa latihan lebih dari 100 meter."

Zohri masih memiliki satu kesempatan tambahan untuk menyumbang medali bagi Indonesia melalui nomor estafet. Namun, tim pelatih akan lebih dulu menilai kesiapan fisiknya, terutama terkait kondisi ACL yang masih menjadi perhatian khusus.

(Antara)

Load More