- Kontingen Indonesia melampaui target 80 emas SEA Games 2025 di Thailand, mengamankan posisi papan atas klasemen akhir.
- Cabang triathlon mencetak sejarah baru dengan keluar sebagai juara umum untuk pertama kalinya dalam ajang tersebut.
- Balap sepeda meraih emas beregu putra pada nomor Men's Team Time Trial berkat strategi dan kerja sama tim solid.
Suara.com - Gelaran SEA Games 2025 di Thailand menjadi panggung pembuktian konsistensi prestasi olahraga Indonesia. Selama sebelas hari kompetisi, kontingen Merah Putih tampil solid hingga berhasil melampaui target 80 medali emas dan mengamankan posisi papan atas klasemen akhir.
Capaian ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya kuat saat menjadi tuan rumah, tetapi juga kompetitif di negeri orang.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan menembus tiga besar pada SEA Games 2025 sebagai catatan sejarah baru bagi Indonesia di pentas olahraga Asia Tenggara.
Triathlon Ukir Sejarah, Indonesia Juara Umum
Salah satu sorotan utama datang dari cabang triathlon. Untuk pertama kalinya, Indonesia keluar sebagai juara umum triathlon SEA Games, berkat raihan 7 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Dua nama menjadi motor utama prestasi ini: Martina Ayu Pratiwi dan Rashif Amila Yaqin.
Martina tampil dominan dengan menyumbangkan 5 emas dan 2 perak, sementara Rashif—yang akrab disapa Ami—menambahkan 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.
Konsistensi Ami juga terlihat dari kiprahnya di edisi sebelumnya, ketika ia meraih emas aquathlon pada SEA Games 2023 Kamboja, hingga tampil di level Asia dengan finis posisi ke-8 pada Asia Triathlon Cup Kota Kinabalu 2025.
Pada SEA Games 2025, Ami kembali menunjukkan ketangguhannya dengan meraih emas Men’s Individual Triathlon, emas Mixed Aquathlon Team Relay, serta perak Mixed Triathlon Team Relay.
“Bagian tersulit adalah menjaga fokus agar bisa bertahan dan menyelesaikan lomba. Mendekati garis finis, saya melihat Ibu yang sudah menunggu. Semua rasa lelah langsung terbayarkan dengan kemenangan dan pelukan Ibu,” ujar Ami.
Baca Juga: 3 Atlet Indonesia yang Pecahkan Rekor di SEA Games 2025
“Dunia boleh menghalangi saya, tetapi saya punya doa ibu yang menyertai,” ucapnya.
Balap Sepeda: Strategi, Kerja Tim, dan Regenerasi
Dari lintasan jalan raya Thailand, cabang balap sepeda road race juga menghadirkan cerita perjuangan yang tak kalah kuat. Karakter lintasan yang panjang, terbuka, dan cuaca tak menentu menuntut strategi matang serta kerja sama tim yang solid.
Puncak prestasi diraih pada nomor Men’s Team Time Trial, ketika tim Indonesia yang diperkuat Aiman Cahyadi, M. Syelhan Nurrahmat, Maulana Astnan, dan M. Raihan Maulidan tampil kompak dan meraih medali emas dengan catatan waktu 1:13:27.
Tim road race putra juga menambah medali perak pada nomor Men’s Team Road Race dengan waktu 12:42:48. Di sektor individu, Aiman Cahyadi kembali menunjukkan kelasnya dengan meraih medali perunggu Men’s Individual Time Trial.
Menjadi pembalap tertua di skuad Indonesia, Aiman hadir sebagai figur pengalaman di tengah generasi muda balap sepeda nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar