- Pebulu tangkis Anders Antonsen mundur dari India Open karena kualitas udara New Delhi dianggap membahayakan kesehatan.
- BWF menjatuhkan denda sebesar 5.000 dolar AS kepada Antonsen atas keputusannya mundur dari turnamen tersebut.
- Antonsen telah absen tiga tahun berturut-turut dari India Open karena masalah polusi udara yang sedang menjadi sorotan.
Suara.com - Pebulu tangkis tunggal putra Denmark, Anders Antonsen, kembali memutuskan mundur dari turnamen India Open akibat buruknya kualitas udara di New Delhi.
Keputusan tersebut membuat pemain peringkat ketiga dunia itu dikenai denda sebesar 5.000 dolar AS oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
Antonsen menyebut kondisi polusi udara di New Delhi sudah berada pada tingkat yang membahayakan kesehatan, sehingga dinilai tidak layak menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen bulu tangkis level elite.
“Saya berharap kondisinya akan lebih baik pada musim panas nanti, ketika Kejuaraan Dunia digelar di New Delhi,” tulis Antonsen melalui unggahan di media sosialnya, dilansir dari New Straits Times.
Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu tercatat sudah tiga tahun berturut-turut absen dari India Open karena alasan serupa. Absennya Antonsen menjadi kerugian tersendiri bagi turnamen Super 750 tersebut, yang mulai digelar sejak Selasa di Indira Gandhi Sports Complex.
Meski BWF tetap menjatuhkan sanksi atas keputusan mundur tersebut, persoalan kualitas udara di wilayah New Delhi memang kerap menjadi sorotan. Pada musim dingin, tingkat polusi di ibu kota India itu sering kali mencapai level berbahaya bagi kesehatan.
Antonsen bukan satu-satunya atlet yang menyuarakan kekhawatiran. Pebulu tangkis Denmark lainnya, Mia Blichfeldt, sebelumnya juga mengkritik kondisi udara yang dinilainya tidak sehat di arena pertandingan. Namun, pernyataan tersebut sempat dibantah oleh Asosiasi Bulu Tangkis India.
Isu polusi udara kembali mencuat seiring berjalannya India Open, sekaligus memunculkan pertanyaan terkait kesiapan New Delhi sebagai tuan rumah turnamen internasional besar, termasuk Kejuaraan Dunia yang dijadwalkan berlangsung di kota tersebut pada musim panas mendatang.
Baca Juga: Jonatan Christie: Christo Popov Pemain Bagus, Kidal Lagi
Berita Terkait
-
Jonatan Christie: Christo Popov Pemain Bagus, Kidal Lagi
-
Jadwal Perempat Final India Open 2026: Putri KW vs An Se-young, Jonatan Christie vs Christo Popov
-
Jonatan Christie Antusias Jumpa Christo Popov di Perempat Final India Open 2026
-
Putri Kusuma Wardani Hadapi An Se-young di Perempat Final India Open 2026
-
Sabar/Reza Beberkan Penyebab Tersingkir dari India Open 2026
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Debut Pelatih di Thomas Cup 2026, Hendra Setiawan Akui Lebih Pusing Daripada Jadi Pemain
-
Final Four Priloga 2026: Jakarta Lavani Kalahkan Surabaya Samator 3-0
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Sejarah! Jakarta Jadi Tuan Rumah Edisi Perdana Piala Dunia Rallycross
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Butuh Kemenangan Atas Bhayangkara untuk Juarai Putaran Kedua
-
Musda Perbasi Jabar Diulang? Epriyanto Kasmuri Bingung, DPP Dituding Bikin Keputusan Janggal
-
Satria Muda Datangkan Dua Pemain Asing Baru, Bidik Juara IBL 2026
-
Ikuti Kejuaraan Internasional, Riders Pushbike Asal Sleman Raih Podium 1 di Thailand
-
Statistik Ngeri Aj Bramah saat Pacific Revans Satya Wacana: Hampir Triple-Double!
-
Misi Cetak Karateka Dunia, PP ASKI Tingkatkan Kualitas Pembinaan hingga Wasit Jelang Kejurnas