- Kontingen Indonesia menempati peringkat kedua perolehan medali ASEAN Para Games 2025 dengan total 40 emas, 39 perak, dan 24 perunggu.
- Cabang olahraga para atletik menjadi penyumbang medali terbesar Indonesia dengan raihan 19 emas, 23 perak, dan delapan perunggu.
- NPC Indonesia mengandalkan atlet debutan yang memberikan kejutan karena Thailand kesulitan memprediksi kekuatan mereka.
Suara.com - Kontingen Indonesia masih kokoh mempertahankan posisinya di peringkat kedua klasemen sementara perolehan medali di ASEAN Para Games 2025 dengan catatan 40 emas, 39 perak, dan 24 perunggu hingga Kamis (22/1/2026) pukul 21.00 WIB.
Thailand, yang berstatus sebagai tuan rumah, masih belum terkejar karena mendapatkan 64 emas, 56 perak, dan 50 perunggu. Sementara itu, di peringkat ketiga, Malaysia masih terpaut jauh dari Indonesia karena baru mendulang 17 emas, 21 perak, dan 30 perunggu.
Sejauh ini, cabor para atletik masih menjadi penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Indonesia. Sebab, sampai hari kedua pertandingan, ada sebanyak 19 emas, 23 perak, dan delapan perunggu yang sudah diborong cabor ini.
Adapun cabor kedua yang kembali menambah pundi-pundi medalinya secara signifikan adalah para renang. Sudah ada 11 emas, 10 perak, dan 9 perunggu yang didapat. Dua cabor terbaru yang menambah medali ialah para judo dengan dua emas dan satu perak, serta anggar kursi roda dengan satu emas, satu perak, serta tujuh perunggu.
Koordinator pelatih tim para atletik Indonesia, Purwo Adi Sanyoto, mengapresiasi kerja keras yang telah dicurahkan seluruh pasukannya. Pundi-pundi medali yang didapatkan pada hari kedua ini masih menjaga konsistensi para atletik dalam memburu targetnya di ASEAN Para Games 2025.
“Perjuangan teman-teman atlet hari ini sangat luar biasa sekali. Dalam dua hari ini, mereka masih sanggup memenuhi target yang kami tetapkan. Sehingga, jalur perolehan medali masih sesuai dengan target yang kami berikan,” kata Purwo, Kamis (22/1/2026).
“Mudah-mudahan kami dari para atletik bisa terus mendapatkan medali semaksimal mungkin di ASEAN Para Games 2025. Sehingga, seluruh hasil dari cabor ini bisa menambah pundi-pundi medali kontingen Indonesia,” lanjut dia.
Di ajang ini, tim para atletik Indonesia menerjunkan sebanyak 56 atlet. Berbicara soal target 25 emas, 30 perak, dan 23 perunggu, Purwo menjelaskan apabila nomor-nomor yang menjadi andalan masih bisa memenuhi ekspektasi.
“Untuk hari ketiga perlombaan para atletik, saya berharap kami bisa terus berada di jalur target. Jadi, apa yang sudah kami incar untuk nomor-nomor besok ini bisa tercapai agar perolehan medali bisa terus bertambah,” kata dia.
Baca Juga: Ekosistem REDMI Note 15 Series Kian Lengkap dengan Buds 8 Lite dan Mijia Smart Audio Glasses
Meskipun demikian, Purwo tak menampik apabila persaingan untuk menjadi juara umum di cabor ini bakal semakin ketat. Apalagi, Thailand berhasil mendulang banyak medali dari nomor-nomor yang tak diikuti oleh Indonesia.
"Peluang menjadi juara umum di cabor ini memang lumayan berat. Karena, Thailand ini memiliki banyak sekali nomor-nomor spesialis di mana kami tidak punya atlet. Ada pula nomor-nomor andalan dari tim para atletik Indonesia yang tidak dilombakan di sini,” kata dia.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Rima Ferdianto, melayangkan pujian untuk atlet-atlet debutan yang bisa memberikan kejutan karena potensinya tak terpantau oleh radar lawan.
“Kami masih bisa mendapatkan banyak medali karena Thailand tidak bisa membaca kekuatan atlet baru kita. Karena, untuk atlet-atlet yang lama, nomornya sudah dihilangkan oleh Thailand,” ujar Rima Ferdianto.
“Jadi, atlet-atlet lama kita tidak bisa mengikuti nomor yang mereka berpotensi mendapatkan emas. Sehingga, kita mengandalkan atlet-atlet baru dan mereka banyak yang menciptakan kejutan. Jadi, di event internasional pertamanya justru mendapatkan emas,” lanjut dia.
Berikut ini daftar peraih medali Indonesia di ASEAN Para Games 2025 hingga Kamis (22/1/2026) pukul 21.00 WIB:
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Kejurnas Turnamen ORADO 2026 Digelar, Atlet dari 28 Provinsi Turun Berlaga
-
Timnas Hoki Naturalisasi 4 Pemain dari Eropa untuk Hadapi Asian Games 2026
-
Grand Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro Ungguli Phonska Plus pada Leg 1
-
Tim Uber Indonesia Waspadai Kanada di Laga Pembuka, Bidik Awal Sempurna di Grup C
-
Surabaya Samator Sikat Garuda Jaya, Kunci Peringkat Ketiga Proliga 2026
-
Timnas Hoki Putri Indonesia Optimis Lolos ke Asian Games 2026
-
Tim Indonesia Siap Bungkam Aljazair, Kapten Fajar Wanti-wanti Mental Para Debutan
-
Tim Thomas Indonesia Waspadai Aljazair di Laga Perdana Piala Thomas 2026
-
Tim Indonesia Berharap Tuah Venue Kecil di Piala Thomas dan Uber 2026
-
Ortuseight Dorong Performa Atlet Lewat Inovasi Sepatu Hybrid dan Track Field