- Atlet kriket Indonesia, Gede Agus Priandana, menerima sertifikat Guinness World Records untuk lima wicket dalam satu over T20I 2025 di Bali.
- Rekor tersebut mencakup kategori wicket terbanyak satu over T20I pria dan pertandingan kriket profesional.
- Timnas kriket putra Indonesia juga mencatat rekor dunia memainkan 45 pertandingan Men's T20I sepanjang tahun 2025.
Suara.com - Atlet kriket Indonesia, Gede Agus Priandana, menerima sertifikat dari Guinness World Records setelah mencatatkan lima wicket dalam satu over pada ajang Twenty20 International (T20I) 2025 yang digelar di Bali.
Rekor tersebut masuk dalam dua kategori, yaitu "Most wickets taken in an over in a T20 International (male)" dan "Most wickets taken in a single over in a professional cricket match".
"Mewakili Persatuan Cricket Indonesia, saya dengan senang dan bahagia menyampaikan bahwa sertifikat resmi Guinness World Records untuk rekor wicket terbanyak dalam satu over di ajang T20 International telah resmi diterima oleh PCI. Pencapaian ini adalah hasil kerja keras dan kerja sama semua pihak yang terlibat," kata Sekretaris Jenderal PCI, Albert W. Aridan Tangkudung, dikutip dari unggahan GWR Indonesia.
Sementara itu, Gede Agus Priandana mengaku bangga bisa mencatatkan namanya sebagai pemegang rekor dunia. Atlet yang lahir di Tegak, Klungkung, Bali, pada 3 Oktober 1997 tersebut mulai menekuni olahraga kriket sejak 2015 dan hingga kini masih aktif berkarier sebagai atlet.
Sebelumnya, Guinness World Records juga mencatat prestasi atlet kriket Indonesia lainnya. Pada 24 April 2024, atlet kriket putri Indonesia, Rohmalia, menorehkan rekor dunia dalam pertandingan Women's Twenty20 International setelah mencatatkan tujuh wicket tanpa kebobolan run.
Catatan tersebut membuat Rohmalia menjadi atlet kriket asal Indonesia pertama yang memperoleh pengakuan resmi dari Guinness World Records.
Perkembangan kriket Indonesia juga terlihat dari aktivitas tim nasional di level internasional. Persatuan Cricket Indonesia mengonfirmasi bahwa tim nasional kriket putra Indonesia mencatat jumlah pertandingan Men’s Twenty20 International terbanyak dalam satu tahun kalender.
Sepanjang tahun 2025, tim nasional kriket putra Indonesia memainkan 45 pertandingan resmi Men’s T20I.
Data tersebut merujuk pada tabel pembanding publik yang dirilis oleh ESPNcricinfo melalui laman statistik Statsguru untuk kategori Men’s T20I dengan parameter "By year of match start" dan diurutkan berdasarkan jumlah pertandingan yang dimainkan.
Baca Juga: realme C85 Series Pecahkan Rekor Dunia Berkat Teknologi IP69 Pro: 280 Orang Tenggelamkan Ponsel
Dalam daftar tersebut, Indonesia menempati posisi pertama dengan 45 pertandingan pada 2025, diikuti Tim nasional kriket Rwanda dengan 42 pertandingan pada 2023, Tim nasional kriket Bahrain dengan 41 pertandingan pada 2025, Tim nasional kriket India dengan 40 pertandingan pada 2022, serta Tim nasional kriket Austria dengan 36 pertandingan pada 2025.
Sementara itu, Tim nasional kriket Pakistan tercatat memainkan 34 pertandingan pada 2025.
(Antara)
Berita Terkait
-
realme C85 Series Pecahkan Rekor Dunia Berkat Teknologi IP69 Pro: 280 Orang Tenggelamkan Ponsel
-
Realme C85 dan C85 Pro Debut ke Indonesia 26 November, HP Murah Pemecah Rekor Dunia
-
Cetak Sejarah, Infinix HOT 60 Pro Plus Jadi Smartphone Layar Lengkung 3D Tertipis di Dunia
-
Lakukan Adegan Parasut Terbakar, Tom Cruise Sabet Guinness World Record
-
Review Film Test: Drama Kehidupan di Tengah Lapangan Kriket
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
AQUA dan DBL Bersatu, Dukung Generasi Muda Tetap Prima di Lapangan
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Singkirkan Justin Hoh, Ubed Penuhi Target Lolos ke Semifinal Australian Open 2026
-
Buka Peluang ke World Marathon Majors, Pancasakti Run 2026 akan Dihadiri Ahok hingga Sandiaga Uno
-
Faktor Kenyamanan Bantu Alwi Farhan Melaju ke Semifinal Australian Open 2026
-
Rehan/Gloria Akui Kurang Sabar saat Tersingkir di Perempat Final Australian Open 2026
-
Tersingkir di Australian Open 2026, Leo/Daniel Jadikan Kekalahan dari Liang/Wang Tolok Ukur
-
Tembus Perempat Final, Ana/Trias Berambisi Juara Australian Open 2026