- Gerry Salim berhasil mengamankan posisi kedua pada Race 1 kelas AP250 di sirkuit Sepang, Malaysia, mengungguli pebalap top Asia lainnya.
- Keberhasilan ini didukung oleh persiapan teknis tim yang profesional, mulai dari penggunaan engineer data hingga manajemen logistik yang matang.
- Kemenangan ini membuktikan totalitas tim balap Indonesia dalam bersaing di kasta tertinggi balapan motor regional Asia.
Suara.com - Pebalap andalan Indonesia, Gerry Salim, sukses mengharumkan nama bangsa setelah berhasil mengamankan podium kedua pada ajang bergengsi Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026.
Keberhasilan luar biasa ini diraih pada balapan Race 1 kelas AP250 yang berlangsung sengit di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.
Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa tim balap asal Indonesia kini mampu berbicara banyak dan bersaing ketat dengan pebalap-pebalap elite dari seluruh penjuru Asia.
Dominasi Gerry Salim di Sirkuit Sepang
Aksi impresif Gerry Salim di atas lintasan balap kelas AP250 langsung mencuri perhatian sejak putaran pertama dimulai.
Ia mampu menjaga konsistensi kecepatan motornya di tengah gempuran para pebalap tangguh yang datang dari berbagai negara di kawasan Asia.
Strategi yang matang serta kemampuan teknis yang mumpuni membuat Gerry berhasil menyentuh garis finis di posisi kedua.
Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa persiapan panjang yang dilakukan tim Indonesia membuahkan hasil yang sangat manis.
Kerja keras seluruh kru di belakang layar menjadi kunci utama dalam menaklukkan tantangan di sirkuit sepanjang 5,5 kilometer tersebut.
Baca Juga: Race Sepang Belum Start, Alex Marquez Sudah Kunci Runner-up MotoGP 2025, Kok Bisa?
Totalitas Tim Profesional Menembus Level Asia
Membangun tim balap profesional untuk level internasional bukanlah perkara mudah karena membutuhkan dedikasi yang sangat tinggi.
Manajemen tim mengakui bahwa keikutsertaan dalam ajang balap tingkat Asia ini merupakan bentuk komitmen besar yang penuh dengan tantangan teknis.
Segala kebutuhan mulai dari unit motor, tim mekanik, hingga engineer data harus dipersiapkan dengan standar profesional yang ketat.
Faktor logistik seperti pengiriman kendaraan, penggunaan ban sekali pakai, hingga antisipasi terjadinya kecelakaan atau crash menjadi detail penting yang tidak boleh terlewatkan.
“Balap ini bukan sekedar hobi, tapi sudah masuk ke level profesional dengan kebutuhan yang sangat besar," ujar Gilang Widya Pramana selaku pemilik tim.
Berita Terkait
-
Start Sempurna, Pembalap Indonesia Kibarkan Merah Putih di Sirkuit Sepang ARRC 2026
-
Bukti Nyali Wonderkid Indonesia, Veda Ega Tembus Posisi 4 Kualifikasi Moto3 COTA Amerika
-
Wakil Indonesia Menggila di Moto4 Asia Cup 2026, Bintang Tembus Papan Atas Klasemen
-
4 Pebalap Muda Indonesia Siap Panaskan Aspal Moto4 Asia Cup 2026 di Thailand, Cek Jadwal Race-nya
-
Pebalap Indonesia Veda Ega Pratama Promosi ke Moto3 2026!
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
Terkini
-
Puji Dampak IBL All-Star 2026, Ditjen Imigrasi Bentuk Tim Permudah Masuknya Pemain Asing
-
Pertamina Enduro Selangkah ke Grand Final Proliga 2026 Usai Tundukkan Electric PLN 3-2
-
Jakarta Bhayangkara Presisi Tumbangkan Samator 3-0, Persaingan Final Proliga 2026 Makin Ketat
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
AVC Cup 2026: Timnas Voli Putra Indonesia Masuk Grup Neraka, Ada Thailand hingga Korea
-
Kisah Haru Prabowo di Munas IPSI, 34 Tahun Mengabdi Kembangkan Pencak Silat
-
IBL 2026: Pelita Jaya Resmi Datangkan Perrin Buford, Top Skorer Liga Jepang
-
Resmi Berstandar Dunia, Mangkunegaran Run 2026 Bakal Guncang Solo
-
Fajar/Fikri Tersingkir di Semifinal, Indonesia Tanpa Wakil di Final BAC 2026
-
Awal Positif di AARC 2026, Herjun Atna Firdaus Raih Podium di Sepang