- Greysia Polii berterima kasih kepada RA Kartini karena perjuangannya membuat perempuan Indonesia kini memiliki hak penuh untuk bermimpi dan berprestasi di kancah global.
- Susy Susanti menekankan bahwa semangat Kartini harus terus hidup melalui keberanian perempuan Indonesia untuk tidak menyerah dan tetap menjadi diri sendiri di tengah tantangan.
- Kedua legenda ini merupakan bukti nyata emansipasi dengan raihan emas Olimpiade Barcelona 1992 (Susi) dan Olimpiade Tokyo 2020 (Greysia) untuk Indonesia.
Dalam foto tersebut terlihat Susy bersanding dengan mantan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, yang juga dikenal sebagai pejuang hak-perempuan di ranah diplomasi global.
Aksi kedua legenda ini mendapatkan respons positif dari netizen, terutama generasi muda yang melihat mereka sebagai perwujudan nyata dari "Kartini Modern".
Latar Belakang Prestasi Srikandi Bulu Tangkis Indonesia
Sebagai informasi latar belakang, baik Susy Susanti maupun Greysia Polii merupakan sosok sentral yang berhasil menempatkan Indonesia di puncak tertinggi jagat olahraga dunia.
Susy Susanti mencatatkan sejarah abadi sebagai peraih medali emas pertama bagi Indonesia di ajang Olimpiade Barcelona 1992, sebuah pencapaian yang memecah kebuntuan prestasi nasional.
Ia juga sempat mengamankan medali perunggu pada edisi Olimpiade Atlanta 1996 sebelum akhirnya memutuskan untuk gantung raket dan fokus pada pembinaan atlet muda.
Sementara itu, Greysia Polii bersama pasangannya Apriyani Rahayu sukses meneruskan tongkat estafet emas sektor putri pada ajang Olimpiade Tokyo 2020 lalu.
Keberhasilan mereka menjadi bukti nyata bahwa semangat pantang menyerah yang diajarkan RA Kartini terus berdenyut dalam nadi para atlet perempuan Indonesia hingga hari ini.
Baca Juga: Jadwal Bulu Tangkis SEA Games 2025 Hari Ini: Putri KW Awali Perjuangan Wakil Indonesia di 8 Besar
Berita Terkait
-
Media Belanda Soroti Kenapa Hari Kartini Tak Dijadikan Hari Libur Nasional?
-
20 Link Twibbon Hari Kartini 2026 Gratis Unduh untuk Meriahkan Semangat Emansipasi
-
7 Ide Kegiatan Hari Kartini 2026 di Sekolah, Seru dan Tidak Membosankan
-
Perang AS-Iran, PBSI Pastikan Tim Indonesia Tetap Berangkat ke Swiss Open 2026
-
Seleknas PBSI 2026: Intip Daftar Lengkap Calon Bintang Baru Pelatnas Cipayung
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Berburu Petinju Masa Depan Indonesia, NEX Road to Champion Beri Proteksi Maksimal Bagi Fighter Muda
-
Ukir Sejarah Baru, Carlos Alcaraz Raih Penghargaan Laureus World Sportsman 2026
-
PBVSI Terapkan Format Pertandingan Baru di Final Proliga 2026
-
Gagal Podium di Imola, Sean Gelael Terhambat Penalti Unsafe Release
-
Terinspirasi NCAA Amerika Serikat, Campus League Resmi Diluncurkan di Jakarta
-
Jadwal Tim Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2026, Duel Perdana Lawan Aljazair
-
Tak Sabar Debut, Ubed: Bagi Saya Piala Thomas Lebih Bergengsi
-
AYO Padel Fest 2026: Pesta Olahraga Urban Terbaru Resmi Gebrak Kawasan Tangerang
-
Debut Pelatih di Thomas Cup 2026, Hendra Setiawan Akui Lebih Pusing Daripada Jadi Pemain
-
Final Four Priloga 2026: Jakarta Lavani Kalahkan Surabaya Samator 3-0