- Greysia Polii berterima kasih kepada RA Kartini karena perjuangannya membuat perempuan Indonesia kini memiliki hak penuh untuk bermimpi dan berprestasi di kancah global.
- Susy Susanti menekankan bahwa semangat Kartini harus terus hidup melalui keberanian perempuan Indonesia untuk tidak menyerah dan tetap menjadi diri sendiri di tengah tantangan.
- Kedua legenda ini merupakan bukti nyata emansipasi dengan raihan emas Olimpiade Barcelona 1992 (Susi) dan Olimpiade Tokyo 2020 (Greysia) untuk Indonesia.
Suara.com - Dua ikon bulu tangkis putri Indonesia, Greysia Polii dan Susy Susanti, secara serempak menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada sosok pahlawan nasional RA Kartini.
Keduanya menegaskan bahwa perjuangan emansipasi yang dirintis oleh Kartini menjadi fondasi utama bagi para atlet perempuan tanah air untuk bisa berkompetisi dan berprestasi di kancah internasional.
Momentum peringatan Hari Kartini tahun ini dijadikan ajang refleksi bagi kedua peraih emas Olimpiade tersebut untuk memotivasi generasi muda agar terus berani mengejar mimpi setinggi langit.
Mewujudkan Mimpi Lewat Perjuangan Kartini
Greysia Polii mengungkapkan kegelisahan sekaligus rasa bangganya atas kesempatan yang kini dimiliki oleh kaum perempuan Indonesia di segala bidang, termasuk dunia olahraga profesional.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, legenda ganda putri ini mengakui bahwa tanpa jalan yang dibuka oleh Kartini, mustahil baginya untuk melangkah sejauh ini.
"Terima kasih Ibu Kartini, karena perjuanganmu, sekarang perempuan Indonesia bisa punya mimpi dan mewujudkannya," tulis Greysia dalam akun Instagram-nya, Selasa (21/4/2026).
Greysia juga mengunggah narasi visual yang emosional melalui deretan foto yang merangkum fase penting dalam perjalanan hidupnya dari masa kanak-kanak hingga menjadi juara.
Foto-foto tersebut menampilkan sosok Greysia kecil saat mengenakan kebaya tradisional hingga momen bersejarah saat ia bersimbah air mata merayakan emas Olimpiade Tokyo 2020.
Baca Juga: Jadwal Bulu Tangkis SEA Games 2025 Hari Ini: Putri KW Awali Perjuangan Wakil Indonesia di 8 Besar
Kombinasi gambar tersebut seolah ingin menunjukkan bahwa identitas perempuan Indonesia yang anggun tetap bisa tampil tangguh dan perkasa di atas lapangan bulu tangkis.
Keberanian Menjadi Diri Sendiri
Senada dengan Greysia, Susy Susanti juga memanfaatkan platform media sosial untuk mengingatkan publik bahwa semangat Kartini tidak boleh berhenti hanya sebagai catatan sejarah masa lalu.
Menurut Susy, nilai-nilai yang diperjuangkan Kartini harus tetap mendarah daging dalam diri setiap perempuan modern yang sedang berjuang menghadapi tantangan zaman.
"Kartini hidup dalam setiap perempuan yang tidak menyerah, yang berani bermimpi, dan menjadi diri sendiri," tulis Susy dengan penuh semangat.
Penghormatan ini juga diperkuat dengan unggahan foto Susi yang tampil elegan mengenakan kebaya putih bersama tokoh-tokoh perempuan hebat lainnya.
Berita Terkait
-
Media Belanda Soroti Kenapa Hari Kartini Tak Dijadikan Hari Libur Nasional?
-
20 Link Twibbon Hari Kartini 2026 Gratis Unduh untuk Meriahkan Semangat Emansipasi
-
7 Ide Kegiatan Hari Kartini 2026 di Sekolah, Seru dan Tidak Membosankan
-
Perang AS-Iran, PBSI Pastikan Tim Indonesia Tetap Berangkat ke Swiss Open 2026
-
Seleknas PBSI 2026: Intip Daftar Lengkap Calon Bintang Baru Pelatnas Cipayung
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Berburu Petinju Masa Depan Indonesia, NEX Road to Champion Beri Proteksi Maksimal Bagi Fighter Muda
-
Ukir Sejarah Baru, Carlos Alcaraz Raih Penghargaan Laureus World Sportsman 2026
-
PBVSI Terapkan Format Pertandingan Baru di Final Proliga 2026
-
Gagal Podium di Imola, Sean Gelael Terhambat Penalti Unsafe Release
-
Terinspirasi NCAA Amerika Serikat, Campus League Resmi Diluncurkan di Jakarta
-
Jadwal Tim Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2026, Duel Perdana Lawan Aljazair
-
Tak Sabar Debut, Ubed: Bagi Saya Piala Thomas Lebih Bergengsi
-
AYO Padel Fest 2026: Pesta Olahraga Urban Terbaru Resmi Gebrak Kawasan Tangerang
-
Debut Pelatih di Thomas Cup 2026, Hendra Setiawan Akui Lebih Pusing Daripada Jadi Pemain
-
Final Four Priloga 2026: Jakarta Lavani Kalahkan Surabaya Samator 3-0