- Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyatakan kemarau panjang El Nino berpotensi memperpanjang ancaman kebakaran hutan di Indonesia.
- Pemerintah membangun puluhan ribu kanal blocking serta menerapkan penegakan hukum tegas untuk menekan angka kebakaran lahan.
- Lahan milik masyarakat dengan luas kecil diakui masih menjadi titik rawan yang sering lolos dari pemantauan pemerintah.
Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengungkapkan bahwa musim kemarau panjang akibat El Nino tahun ini berpotensi memperpanjang ancaman kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Menteri LH, Jumhur Hidayat menjelaskan bahwa meski kebakaran masih terjadi, secara statistik jumlah kasus dari tahun ke tahun sebenarnya mengalami penurunan.
"Gini ya, soal kebakaran hutan itu mungkin ada potret angka yang tiap tahun harus dilihat. Jadi kalau anda melihat angka kebakaran hutan, dari tahun ke tahun atau lahan-lahan, itu turunnya drastis," ujarnya di kawasan Rorotan, Jakarta Utara, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, penurunan tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah membangun kanal blocking di kawasan rawan terbakar.
"Canal blocking itu memastikan supaya air-air yang mengalir di sekitar hutan, lahan, itu diblok sehingga tidak ke sungai dan mengalir ke laut. Dia supaya tetap beredar di situ," jelas Jumhur.
Jumhur menyebutkan, jumlah kanal yang telah dibangun di daerah rawan kebakaran kini mencapai puluhan ribu titik.
"Sekarang kami udah mungkin sekitar 60-70 ribu kanal kami buat di daerah-daerah yang potensi untuk terbakar," paparnya lagi.
Meski demikian, Jumhur mengingatkan bahwa fenomena El Nino tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama dari biasanya.
Jumhur menegaskan, mitigasi dan pendinginan lahan sudah dilakukan pemerintah, meski sesekali ada yang lolos dari pengawasan.
Baca Juga: Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi
Ia menjelaskan bahwa lahan milik masyarakat dengan luas kecil menjadi salah satu titik yang rawan lolos dari pemantauan dibandingkan lahan konsesi besar.
"Ini terbentang luas sekali dan tidak bisa. Kalau ada orang punya satu dua hektar lahan, beda dengan mereka yang punya konsesi ribuan hektar. Kami minta tolong, jangan sampai terbakar ini," tuturnya.
Jumhur turut menyinggung penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pemegang konsesi lahan turut menekan angka kebakaran.
"Sekarang mereka udah ampun-ampunan karena hukumannya tinggi, berat ya, dan akhirnya angka itu drop," klaimnya.
Jumhur pun berjanji akan membuka data resmi penurunan angka kebakaran hutan kepada publik.
"Nanti kami bisa kasih lihat datanya ya, bagaimana drop kebakaran itu. Walaupun sekarang kami kerja keras terus," pungkas dia.
Berita Terkait
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi
-
Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare
-
Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun
-
Karhutla Mulai Dekati Pemukiman Warga di Palangka Raya
-
Ancaman El Nino 2026: Luas Area Terindikasi Terbakar Capai Tiga Kali Lipat Daratan Jakarta
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Danantara Housing Expo 2026, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Bagi Masyarakat
-
Purbaya Turun Tangan Bantu Korban Tumpahan Minyak Montara NTT 2009, Tak Cuma Janji Ganti Rugi
-
Lima Hektare Lahan Terdampak Karhutla di Labuhanbatu
-
Merdeka Finansial, Bebas Memilih: Refleksi Perempuan Pekerja di HUT ke-81 RI
-
Disiplin Tanpa Nalar: Ketika Sekolah Lebih Sibuk Mengatur daripada Mendidik
-
3 HP Samsung RAM 8 GB Murah Harga Mulai Rp2 Juta, Ini Pilihannya
-
Cetak 9 Juta Talenta Digital: ITSEC Asia Luncurkan Academy Cybersecurity dan AI Berbasis Cyber Range
-
Klaim Menteri LH Jumhur Hidayat Sukses Tekan Angka Kebakaran Hutan, Janji Buka Data
-
Danantara Housing Expo 2026: BRI Tawarkan KPR Dengan Bunga Mulai 2,75%
-
Starting XI Belanda Kelahiran Indonesia Era Kolonial: Lengkap dengan Data Lahir dan Jejak Timnas