- Mohammad Zaki Ubaidillah menundukkan Weng Hong Yang dua set langsung di Ichinomiya, Jepang, pada Kamis (24/9/2026).
- Kemenangan krusial tersebut memastikan Indonesia melakukan comeback atas China dengan skor akhir 3-2.
- Hasil gemilang itu membawa Indonesia sukses meraih medali emas pertama dalam ajang Asian Games 2026.
Suara.com - Mohammad Zaki Ubaidillah jadi penentu Indonesia meraih medali emas pertama di Asian Games 2026.
Pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu diturunkan pada partai kelima menghadapi tunggal putra China, Weng Hong Yang, dalam duel penentuan di Ichinomiya, Jepang, Kamis (24/9/2026).
Ubed sukses meraih kemenangan dua set langsung atas peringkat 15 dunia itu dengan skor 23-21, 21-13.
Kemenangan Ubed membuat Indonesia comeback atas China 3-2 dan meraih medali emas pertama di Asian Games 2026.
Bagi Ubed, panggung tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya yang dimulai dari Sampang, Madura.
Mulai Main Bulu Tangkis Sejak Usia 5 Tahun
Ubed sudah mengenal bulu tangkis sejak berusia lima tahun. Ia kemudian menjalani pembinaan di PB Rahmat, Pati, Jawa Tengah, sebelum berpindah ke sejumlah kota untuk mencari tempat latihan yang sesuai.
Pada akhir 2019, Ubed lolos seleksi dan bergabung dengan PB Djarum Kudus.
Dari klub tersebut, kariernya berkembang hingga akhirnya ia dipanggil masuk Pelatnas PBSI pada 2024.
Menariknya, Ubed langsung masuk jajaran utama Pelatnas, bukan sekadar menjadi pemain pelapis. Saat dipanggil pada akhir 2024, usianya masih 17 tahun.
Dari Juara Junior hingga Naik ke Level Senior
Sebelum menjadi bagian dari skuad Asian Games 2026, Ubed sudah mengoleksi sejumlah prestasi penting di level junior dan senior.
Ia menjadi juara Asia Junior Championships 2025 dan runner-up World Junior Championships 2025. Setahun sebelumnya, Ubed juga meraih perunggu tunggal putra World Junior Championships 2024 serta membantu Indonesia menjuarai Piala Suhandinata.
Di level senior, Ubed menjuarai Indonesia Masters Super 100 2024.
Ubed kemudian menjadi juara Singapore International Challenge 2025 dan meraih gelar Indonesia Masters II 2025.