/
Jum'at, 26 Agustus 2022 | 21:15 WIB
Gas elpiji subsidi 3 kilogram. (migas.esdm.go.id)

Sukabumi.suara.com – Gas elpiji subsidi 3 kilogram atau biasa disebut juga sebagai gas tabung melon selama ini memang ditujukan bagi para masyarakat dengan kelas ekonomi di bawah rata-rata. Tapi rupanya, kesempatan tersebut malah dimanfaatkan oleh masyarakat dengan status ekonomi di atas rata-rata.

Fakta itu diungkap oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam Konferensi Pers Tindak Lanjut Hasil Rakor Kemenko Perekonomian Terkait Kebijakan Subsidi BBM di Jakarta, Jumat (26/8/2022).

Menurut penjelasannya, sebanyak 68 persen konsumsi LPG 3 kilogram subsidi selama ini dinikmati golongan masyarkat kaya. Atau lebih tepatnya, ada sekitar sekitar 5,07 Metric Ton (MT) gas subsidi yang salah sasaran.

Dari data tersebut, hanya 32 persen sisanya atau sebesar 2,39 MT gas subsidi yang benar-benar dipakai masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke bawah.

“Ini relatif sedikit memang dibanding Bahan Bakar Minyak atau BBM bersubsidi, namun salah sasarannya lebih banyak," ujar Sri Mulyani.

Hal itu yang membuat Sri Mulyani menilai jika subsidi energi senilai Rp502 triliun yang selama ini sudah diberikan pemerintah dapat berakhir boncos.

Hal tersebut lantaran subsidi berpotensi meningkat menjadi Rp698 triliun pada tahun ini, namun keberadaannya justru dinikmati mayoritas oleh kelompok menengah atas.

Sumber: suara.com.

Baca Juga: Varian Xpander Mendominasi Penjualan Mitsubishi di GIIAS 2022, Model Lain Apa Kabar?

Load More