Sukabumi.suara.com – Gas elpiji subsidi 3 kilogram atau biasa disebut juga sebagai gas tabung melon selama ini memang ditujukan bagi para masyarakat dengan kelas ekonomi di bawah rata-rata. Tapi rupanya, kesempatan tersebut malah dimanfaatkan oleh masyarakat dengan status ekonomi di atas rata-rata.
Fakta itu diungkap oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam Konferensi Pers Tindak Lanjut Hasil Rakor Kemenko Perekonomian Terkait Kebijakan Subsidi BBM di Jakarta, Jumat (26/8/2022).
Menurut penjelasannya, sebanyak 68 persen konsumsi LPG 3 kilogram subsidi selama ini dinikmati golongan masyarkat kaya. Atau lebih tepatnya, ada sekitar sekitar 5,07 Metric Ton (MT) gas subsidi yang salah sasaran.
Dari data tersebut, hanya 32 persen sisanya atau sebesar 2,39 MT gas subsidi yang benar-benar dipakai masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke bawah.
“Ini relatif sedikit memang dibanding Bahan Bakar Minyak atau BBM bersubsidi, namun salah sasarannya lebih banyak," ujar Sri Mulyani.
Hal itu yang membuat Sri Mulyani menilai jika subsidi energi senilai Rp502 triliun yang selama ini sudah diberikan pemerintah dapat berakhir boncos.
Hal tersebut lantaran subsidi berpotensi meningkat menjadi Rp698 triliun pada tahun ini, namun keberadaannya justru dinikmati mayoritas oleh kelompok menengah atas.
Sumber: suara.com.
Baca Juga: Varian Xpander Mendominasi Penjualan Mitsubishi di GIIAS 2022, Model Lain Apa Kabar?
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Selama Ramadan Pemkab Cianjur Larang Total THM Beroperasi, Rumah Makan Buka Jam 4 Sore
-
Cek Fakta: Isu Pembubaran DPR Libatkan Gibran dan AHY, Hoaks atau Fakta?
-
Kutuk Keras Pengeroyokan Wasit di Rembang, Exco PSSI Desak PSIR Didiskualifikasi
-
Jauh Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa, eks Kadis LH Tangsel Dihukum 7 Tahun Penjara
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Jadwal Operasional KRL Jakarta-Bogor 13 Februari Agar Tak Ketinggalan Kereta
-
Atta Halilintar Masuk Bisnis Kuliner, Luncurkan Restoran Nusantara Modern Lamak Rasa
-
Warga Nanggewer Mekar Panik, Pohon Besar Roboh Timpa Rumah Saat Hujan Deras Menerjang
-
5 Lip Tint Tahan Lama untuk Makan Makanan Berminyak agar Warna Tetap On
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat